Masalah Sampah di Kab. Bandung, Bupati, "Tentu ini harus dijawab secara produktif"
Kemudian di level rumah tangga, imbuhnya, sesuai dengan instruksi Bupati Bandung bagaimana sampah organik di tangani di rumah dengan cara paling mudah dan paling murah. Yaitu dengan menggunakan dua lubang cerdas organik setiap rumah.
"Jadi cukup dimasukkan ke lubang cerdas organik, sehingga sisanya alam yang memproses untuk lebih bermanfaat untuk kesuburan tanah," ucapnya.
Bisa juga, kata Dadang, dengan menggunakan mediasi maggot, komposter, dan lain-lain. Sampah organik bisa ditangani di rumah masing-masing.
"Nah untuk anorganik, itu bergabung ke bank sampah terdekat. Karena sampah itu memiliki nilai ekonomis. Untuk sampah anorganik, bagaimana Kabupaten Bandung itu tumbuh lebih dari 11 industri daur ulang," katanya.
Menurutnya, tentu belasan industri daur ulang sampah itu kebutuhannya sampah-sampah anorganik. Sehingga kalau menggunakan bank sampah, insya Allah akan terkolekting menjadi bahan baku di industri daur ulang.
"Berikutnya nanti naik lagi levelnya di RW. Kita sudah launching program bank sampah tematik yang berbasis sirkular ekonomi. Ini salah satu solusi di tingkat komunal atau di tingkat RW. Dan kita sudah memiliki 600 lebih titik bank sampah di Kabupaten Bandung," katanya.
Kemudian, kata Dadang, naik lagi levelnya ke desa, yaitu sudah punya 169 TPS3R yang sudah dibangun di Kabupaten Bandung. Termasuk pada tahun 2023 lalu, katanya, Pemkab Bandung sudah memberikan bantuan mesin pemilah sampah yang bisa meningkatkan kinerja pemiilahan sampah di lokasi TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (daur ulang).
"Nah di level kawasan, kita pun sudah mengembangkan PUSPA (Pusat Edukasi Pengolahan Sampah). Di mana ini sebagai inkubator atau uji implementasi dari berbagai teknologi pengolahan sampah secara ramah lingkungan," jelasnya.
Berita Terkait
Komentar (1)
Tulis Komentar
Yaisa
2 years agoWaaah setuju. Mudah mudahan para wargi bandung minimal untuk sampah rumah tangga bisa mengelola masing2 mengguunakan media kompos misalnya. Semangat untuk para wargi bandung untuk hidup sehat serta beraih dan para jurnalis yang memberikan informasi yanga sangat bermanfaat!