Malam Regenerasi di Olimpico: Pisilli Menyala di Hadapan Totti, Stuttgart Tersungkur
Meski demikian, Roma mampu menjaga intensitas permainan. Stuttgart, yang datang dengan poin sama sebelum laga, sempat mengancam melalui Deniz Undav dan Ermedin Demirovic. Namun, Mile Svilar tampil sebagai tembok terakhir dengan beberapa penyelamatan krusial.
“Kami tahu mereka berbahaya, tapi kami tetap tenang dan kompak,” ujar Svilar singkat usai pertandingan.
Lini belakang Roma juga bekerja keras. Gianluca Mancini beberapa kali melakukan blok penting untuk menggagalkan peluang wakil Jerman tersebut. Stuttgart kerap gagal memaksimalkan bola pantul dan peluang terbuka.
Tambahan tiga poin ini menempatkan Roma di jalur aman menuju babak 16 besar. Laga terakhir melawan Panathinaikos akan menjadi penentu apakah Giallorossi bisa finis di delapan besar dan lolos otomatis.
Pisilli berharap malam istimewa ini menjadi awal yang berkelanjutan. “Saya ingin terus berkembang dan membantu tim. Semua pemain ingin bermain, dan itu hal yang normal,” ujarnya.
Di bawah sorotan sang legenda, AS Roma menemukan simbol masa depan mereka. Malam di Olimpico ini bukan hanya tentang kemenangan, tetapi tentang regenerasi yang mulai menemukan bentuknya.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!