Malam Pembalikan Nasib di Bernabeu: Monaco Hancur, Vinicius Menjawab Tekanan
VISI.NEWS|BANDUNG -Tekanan publik Santiago Bernabeu yang sempat menghantui Vinicius Junior berubah menjadi malam paling gemilang bagi penyerang asal Brasil tersebut. Real Madrid melumat AS Monaco dengan skor telak 6-1 pada lanjutan fase liga Liga Champions, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB, dalam laga yang berujung tragedi bagi tim tamu.
Sejak awal musim, Vinicius berada dalam sorotan tajam akibat performa yang dinilai tidak konsisten. Siulan sempat terdengar dari tribun Bernabeu, namun laga kontra Monaco menjadi titik balik ketika tekanan itu justru melahirkan performa terbaiknya.
Real Madrid langsung tampil agresif sejak menit awal. Kylian Mbappe membuka keunggulan cepat atas mantan klubnya, sementara Monaco kesulitan keluar dari tekanan intens tuan rumah. Dominasi Madrid membuat pertahanan Monaco terus berada dalam situasi darurat.
Memasuki babak kedua, Vinicius mulai mengambil kendali penuh permainan. Kecepatan dan keberaniannya menusuk dari sisi kiri membuat lini belakang Monaco runtuh perlahan. Umpan terobosannya kepada Franco Mastantuono berujung gol perdana gelandang berusia 18 tahun itu di Liga Champions.
“Vinicius bermain dengan keberanian dan kepercayaan diri yang kami butuhkan,” kata pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa.
“Dia menerima tekanan dan mengubahnya menjadi energi untuk tim,” ujarnya.
Petaka bagi Monaco berlanjut ketika tekanan Vinicius memaksa Thilo Kehrer mencetak gol bunuh diri setelah salah mengantisipasi umpan rendah berbahaya. Tak lama berselang, Vinicius menutup penampilan impresifnya dengan gol spektakuler, melepaskan tembakan keras dari sisi kiri yang membentur mistar sebelum masuk ke gawang.
Sorakan Bernabeu pun berubah total. Dari cemoohan menjadi tepuk tangan panjang, stadion memberikan pengakuan penuh atas kebangkitan sang winger.
“Saya selalu percaya pada kerja keras,” ujar Vinicius Junior.
“Malam ini saya bermain untuk tim dan untuk semua orang yang terus mendukung saya,” katanya.
Vinicius menuntaskan laga dengan satu gol, tiga assist, serta keterlibatan langsung dalam satu gol bunuh diri lawan. Penampilan tersebut mengantarkannya meraih penghargaan pemain terbaik pertandingan.
Di sisi lain, AS Monaco harus menerima kenyataan pahit. Pertahanan mereka tak mampu mengimbangi kecepatan dan kreativitas lini depan Madrid, sementara tekanan mental membuat kesalahan demi kesalahan tak terhindarkan.
“Kami kehilangan kontrol dan itu fatal,” kata pelatih Monaco.
“Di stadion seperti ini, kesalahan kecil langsung berubah menjadi bencana,” ucapnya.
Kemenangan besar ini membawa Real Madrid naik ke posisi kedua klasemen dengan 15 poin dari tujuh pertandingan. Satu hasil positif pada laga terakhir melawan Benfica akan memastikan Los Blancos lolos langsung ke babak 16 besar.
Bagi Vinicius Junior, malam di Santiago Bernabeu ini menjadi lebih dari sekadar kemenangan. Ini adalah jawaban atas keraguan, bukti bahwa ia mampu bangkit di bawah tekanan, sekaligus pengingat bahwa tragedi bagi satu tim bisa menjadi panggung kelahiran kembali bagi bintang lainnya.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!