VISI.NEWS|BANDUNG -Stadion RiyadhAir Metropolitano yang biasanya menjadi benteng kokoh Atletico Madrid berubah sunyi oleh kejutan. Di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Diego Simeone takluk 1-2 dari wakil Norwegia, Bodo/Glimt, pada laga pamungkas fase liga Liga Champions. Hasil ini bukan hanya menggagalkan ambisi Atletico menembus delapan besar, tetapi juga menandai salah satu malam paling bersejarah bagi sepak bola Norwegia.
Atletico memulai laga dengan determinasi tinggi. Mereka memahami hanya kemenangan yang bisa menjaga posisi aman di papan atas. Tekanan demi tekanan dilancarkan sejak menit awal, dan hasilnya datang pada menit ke-15 lewat sundulan Alexander Sorloth yang memanfaatkan umpan silang presisi dari David Hancko.
“Kami mengawali laga dengan cara yang kami inginkan,” kata Sorloth. “Tapi kami tidak cukup tajam untuk mengakhiri pertandingan lebih cepat.”
Keunggulan tersebut seharusnya menjadi pijakan untuk mengendalikan laga. Sejumlah peluang emas tercipta melalui Alex Baena dan Pablo Barrios, namun penyelesaian akhir yang kurang efektif membuat skor tak bertambah. Kegagalan memanfaatkan momentum justru memberi ruang bagi tim tamu untuk tumbuh.
Bodo/Glimt perlahan menemukan ritme permainan mereka. Serangan balik cepat menjadi senjata utama. Pada menit ke-34, Fredrik Sjovold menyamakan kedudukan melalui sontekan jarak dekat setelah menerima umpan tarik matang dari Fredrik Andre Bjorkan.
“Kami tahu mereka akan memberi ruang jika terlalu percaya diri,” ujar Sjovold. “Kami menunggu momen yang tepat dan itu datang.”
Gol tersebut mengubah arah pertandingan. Atletico terlihat mulai kehilangan ketenangan, sementara Bodo/Glimt bermain dengan keyakinan yang meningkat. Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-59 ketika Kasper Waarts Hogh mencetak gol kedua lewat kemelut di depan gawang Jan Oblak.
“Itu bola liar dan saya hanya bereaksi cepat,” kata Hogh. “Gol itu untuk semua orang yang percaya kami bisa bersaing di level ini.”
Sisa pertandingan diwarnai upaya Atletico menekan habis-habisan, tetapi pertahanan disiplin Bodo/Glimt mampu menahan gempuran. Peluit akhir memastikan kemenangan tandang bersejarah bagi klub Norwegia tersebut.
“Kami tidak datang ke sini hanya untuk bertahan,” kata salah satu pemain Bodo/Glimt. “Kami datang untuk menunjukkan bahwa kami pantas berada di kompetisi ini.”
Kemenangan ini mengukuhkan reputasi Bodo/Glimt sebagai kuda hitam paling berbahaya musim ini, terlebih setelah sebelumnya juga menumbangkan Manchester City. Mereka menutup fase liga di posisi ke-23 dan melaju ke babak play-off dengan kepercayaan diri tinggi.
Bagi Atletico Madrid, kekalahan ini menjadi tamparan keras di kandang sendiri. Harapan lolos otomatis pupus, dan kini mereka harus menempuh jalur play-off untuk menjaga asa di Eropa. Malam di Metropolitano itu akan dikenang bukan karena dominasi tuan rumah, melainkan karena keberanian tim tamu menulis sejarah.@fajar