Mahfud MD : Pers Penting bagi Kemajuan Peradaban Berbangsa dan Bernegara
VISI.NEWS | BANDUNG - Pers itu sangat penting bagi pembangunan dan kemajuan peradaban kita dalam berbangsa dan bernegara. "Brotoseno itu polisi, dipenjara karena korupsi. Menurut undang-undang orang yang dihukum penjara lima tahun atau lebih ya harus diberhentikan dari ASN. Dihukum tiga tahun penjara dari tuntutan 20 tahun penjara karena korupsi. Begitu keluar jadi polisi lagi. Wah itu enggak benar, harus diselesaikan tuh. Maka ramai di media. Lalu dibuat Perkap, Peraturan Kapolri yang menyatakan dia dipecat. Yang begitu-begitu kalau tidak ada pers tidak akan jalan. Sambo juga tidak akan jalan tanpa peran pers," ungkap Menkopolhukam Mahfud MD dalam pernyataannya sebagai keynote speaker pada Talkshow "Jurnalisme Berkualitas untuk Peradaban Bangsa" di Hotel Trans Luxury, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Senin (12/12/2022).
Dalam acara yang digelar Dewan Pers itu, Mahfud berharap melalui kegiatan tersebut bisa mendorong jurnalisme yang lebih berkualitas. "Mudah-mudahan jurnalisme yang berkualitas ini bisa kita raih dengan dibangun sebaik-baiknya, sehingga kita mengerjakan pekerjaan pers ini berkarya bukan sekedar bekerja," tandasnya.
Menurutnya, banyak masalah yang perlu mendapat perhatian dari pers. "Oleh sebab itu mari kita fikirkanlah upaya untuk membangun bernegara ini. Kita fikirkan bersama-sama kalau ada kekurangan, kalau ada kebocoran di sana-sini. Kita juga tidak berhenti untuk melakukan tindakan hukum, seperti korupsi, menggelapkan dan sebagainya. Tapi undang-undang perimbangan keuangan pusat dan daerah kan sudah lama ada. Sejak awal reformasi, dan pemerintah sekarang kan sudah transparan dengan adanya pemeriksaan dari BPK," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan seusai menyampaikan sambutan.
Sementara talk show menghadirkan sejumlah narasumber yaitu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Plt Ketua Dewan Pers M Agung Dharmajaya, Direktur Komunikasi SBM ITB Nurlaela Arief, dan wartawan Tempo Agung Sedayu.
Dalam acara tersebut, Gubernur Ridwan Kamil mengatakan bahwa pihaknya berterima kasih karena telah mendapat penghargaan dari Dewan Pers dalam hal keterbukaan informasi.
"Tahun lalu Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendapat penghargaan dari Dewan Pers, Alhamdulillah. Karena indeks kebebasan pers diawal saya menjabat gubernur di ranking 29. Pas saya reformasi selama tiga tahun menjadi ranking dua. Alhamdulillah. Jadi lompatannya sangat tinggi. Peraturannya saya perbaiki, sistem politik informasinya saya perbaiki, ekonomi persnya saya perbaiki. Saya tidak tahu tahun ini ranking berapa, tapi minimal sama atau lebih baik lagi," ungkapnya.
Pria yang akrab disapa Kang Emil ini mengatakan bahwa tugas pemimpin itu membuat perubahan dan memperbaiki. "Kalau melihat pemimpin itu kan dua, dari eksistensinya seperti pidatonya, gesturnya, penampilannya. Kedua perubahannya," ujarnya.
Ada pemimpin yang pencitraan zonanya disukai, tapi kata Kang Emil, daya transformasi dan kerja-kerjanya kurang memadai. "Saya mencoba filosofi antara gestur dan pekerjaan berjalan secara seimbang," ungkapnya.@alfa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!