Mahasiswa FIKES UNMUH Jember Perkuat Mitigasi Bencana di Kencong

Desi Rossilawati
Senin, 11 Mei 2026 | 17:20 WIB
Bagikan
Mahasiswa FIKES UNMUH Jember Perkuat Mitigasi Bencana di Kencong

Tim pemeriksa hewan kurban di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (11/5/2026)./visi.news/Pemprov Jabar.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan melakukan berbagai kegiatan seperti penyuluhan kesehatan dan kebencanaan, pelatihan tanggap darurat, simulasi evakuasi, hingga pemetaan wilayah rawan bencana. Selain itu, mahasiswa juga akan melakukan verifikasi kondisi lapangan untuk melihat apakah peta risiko bencana yang ada masih relevan dengan situasi terkini.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintahan desa, mulai dari perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), relawan kebencanaan, tokoh masyarakat, hingga unsur penanggulangan bencana lainnya.

Cipto menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam membangun sistem mitigasi yang kuat di tingkat desa. Sebab, keberhasilan penanganan bencana sangat ditentukan oleh kesiapan masyarakat sebagai pihak pertama yang menghadapi situasi darurat.

“Mahasiswa hanya sebagai fasilitator dan pendamping. Yang menjadi pelaku utama dalam mitigasi dan evakuasi tetap masyarakat itu sendiri. Karena itu, pendekatan yang kami lakukan lebih menekankan pada pemberdayaan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, kegiatan praktik lapangan juga menjadi bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Melalui program tersebut, ilmu yang diperoleh mahasiswa di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung untuk membantu masyarakat menghadapi persoalan riil di lapangan.

“Harapannya, mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki empati sosial, kemampuan kepemimpinan, dan kesiapan menghadapi kondisi darurat di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Kencong Ronny Arvianto menyampaikan apresiasinya atas kehadiran mahasiswa FIKES UNMUH Jember di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman terkait mitigasi bencana.

Ia menyebut wilayah Kecamatan Kencong memiliki sejumlah potensi kerawanan yang membutuhkan kesiapsiagaan masyarakat secara berkelanjutan. Karena itu, edukasi dan pelatihan yang dilakukan mahasiswa dinilai sangat membantu pemerintah kecamatan maupun desa dalam membangun budaya sadar bencana.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.