MA Butuh Bantuan Dan Perhatian, Dudy : Seharusnya Anggaran BPMU Bisa Membantu MA Di Jabar
VISI.NEWS |BANDUNG - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat (Jabar) Dudy Pamuji mengaku menyayangkan anggaran Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) dicoret.
Menurutnya, anggaran BPMU yang dicoret dari daftar APBD tahun 2022 itu sebesar Rp. 100 miliar, padahal anggaran tersebut diyakini akan sangat membantu untuk kelangsungan siswa Madrasah Aliyah (MA).
"Pada dasarnya memang saya ini anggota dewan yang baru saja di lantik, meski kurang begitu tahu soal anggaran di 2022 ini, namun dicoretnya anggaran siswa MA di BPMU TA 2022, sangat disayangkan," katanya.
Menurutnya, MA sangatlah perlu perhatian dan bantuan dari Pemprov Jabar, agar sebanyak 142,858 siswa MA di Jabar bisa mendapatkan perhatian dan bantuan, sehingga perlu menjadi bahan pertimbangan kedepan.
"Menurut informasi, dari 142.858 siswa MA itu, asumsi masing-masing siswa menerima Rp. 700 ribu, namun belakangan terdapat selisih sebanyak 93.376 siswa yang belum terdata, sehingga dicoret," sambungnya.
Masih menurut informasi, adanya selisih tersebut membuat Pemprov Jabar kekurangan anggaran sebesar Rp. 67 miliar, dan direncanakan akan kembali dianggarkan di APBD perubahan TA 2022.
"Belakangan diketahui tambahan anggaran untuk realisasi program BPMU di APBD Perubahan, realnya justru tidak ada, karena dialokasikan untuk kebutuhan belanja lainnya," ungkap Dudy.
Hal ini yang kemudian sangat disayangkan oleh Anggota Fraksi Golkar ini, pasalnya kondisi MA saat ini di Jabar, diyakini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan Pemprov Jabar.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!