Luka Baru di Sumatera: Warga Terisolir dan Tanpa Bantuan
VISI.NEWS| JAKARTA -Bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sejak akhir November terus menyisakan kisah memilukan. Ribuan warga masih terisolir, ratusan nyawa telah melayang, sementara pemerintah pusat belum menetapkan status bencana nasional meski desakan semakin menguat.
Hingga Kamis (4/12/2025), BNPB mencatat 776 warga meninggal dunia dan 564 lainnya masih hilang. Kerusakan terjadi secara masif, merata dari pesisir hingga pedalaman.
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, menegaskan bahwa situasi di beberapa wilayah masih kritis. “Untuk akses darat yang masih sulit ada di Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues. Tapi dari udara masih bisa kita jangkau,” ujarnya.
Aceh Utara Angkat Tangan Hadapi Skala Kerusakan
Skala kerusakan yang terjadi membuat Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyerah. Dalam surat resmi kepada Presiden Prabowo Subianto, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyampaikan bahwa kemampuan daerah tak lagi cukup untuk menanggulangi dampak bencana.
“Daya rusaknya melebihi bencana gempa dan tsunami Aceh 2004. Kerusakan meliputi 27 kecamatan dan 852 desa,” tulis Ismail.
Ia memohon bantuan pemerintah pusat karena seluruh sumber daya daerah sudah terkuras. “Kami menyatakan ketidakmampuan upaya penanganan darurat bencana dan memohon kepada Bapak Presiden agar kiranya membantu,” lanjutnya.
Terisolir, Warga Tapteng Bertahan Hidup dengan Durian
Di Tapanuli Tengah, sejumlah desa hingga kini belum bisa diakses karena jalur darat putus total. Warga terpaksa bertahan dengan sumber pangan seadanya, bahkan memakan durian yang jatuh di sekitar permukiman.
Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, mengungkap kondisi warga semakin kritis. “Ada wilayah yang belum tersentuh bantuan. Warga bertahan dengan apa yang ada, bahkan hidup dari durian,” ucap Masinton.
Ia menambahkan bahwa listrik belum menyala, stok beras menipis, dan antrean bahan bakar semakin panjang. “Hari ke-8 bencana, kondisi masih sangat berat,” tegasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!