Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026 206 Nakes Dikirim ke Flores, Netty Soroti Keselamatan Tenaga Kesehatan 27 Aug 2026 Puteri Komarudin Dukung Kepemimpinan Perempuan di Bank Indonesia 27 Aug 2026 Jual SIM Palsu, Pria di Sukabumi Dibekuk Polisi 27 Aug 2026 Ketua Komisi B DPRD Jember Laporkan Dugaan Perusakan Gumuk Lumpang ke Polres Jember 27 Aug 2026 Ketua PN Tangerang Promosi, Seorang Hakim Beralih Tugas ke Bandung 28 Aug 2026 Garis Polisi di Lahan Sengketa Gumuk Lesung Hilang, Warga Minta Kejelasan 28 Aug 2026 ASAI Hotels Buka di Malaysia, Terbesar di Dunia 28 Aug 2026 Daging Ayam Tembus Rp40 Ribu, Jadi Perhatian Pemkot Bandung 28 Aug 2026 Cuaca Bandung Jumat 28 Agustus 2026, Cerah hingga 31 Derajat Celsius 28 Aug 2026 Amin Ak: APBN 2027 Harus Perkuat Sektor Riil dan UMKM 27 Aug 2026 206 Nakes Dikirim ke Flores, Netty Soroti Keselamatan Tenaga Kesehatan 27 Aug 2026 Puteri Komarudin Dukung Kepemimpinan Perempuan di Bank Indonesia 27 Aug 2026 Jual SIM Palsu, Pria di Sukabumi Dibekuk Polisi 27 Aug 2026 Ketua Komisi B DPRD Jember Laporkan Dugaan Perusakan Gumuk Lumpang ke Polres Jember 27 Aug 2026

Longsor di Sumbar, Sembilan Penambang Emas Ilegal Tewas

Desi Rossilawati
Jumat, 15 Mei 2026 | 16:00 WIB
Bagikan
Longsor di Sumbar, Sembilan Penambang Emas Ilegal Tewas

Lokasi longsor di tambang emas ilegal Sijunjuang, Sumbar./visi.news/riauonlin.

VISI.NEWS | BANDUNG - Tragedi menimpa sembilan penambang emas yang diduga melakukan aktivitas ilegal di Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, Kamis (14/5/2026) siang pukul 12.30 WIB. Mereka tertimbun longsor material dari tebing setinggi sekitar 30 meter di lokasi tambang.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar), Kombes Polisi Susmelawati Rosya, menjelaskan menyampaikan bahwa dari 12 pekerja tambang yang berada di lokasi kejadian, terdapat sembilan korban.

"Hasil koordinasi kami, ada sembilan korban dari 12 pekerja tambang yang berada di lokasi saat kejadian," kata Susmelawati.

Beruntung, tiga pekerja berhasil selamat. Evakuasi korban dilakukan secara bertahap. Sekitar pukul 15.00 WIB, polisi dibantu warga setempat menemukan dan mengevakuasi lima jenazah. Empat korban lainnya berhasil ditemukan pada sore harinya.

"Ketika ditemukan keluarga langsung membawa jenazah ke rumah masing-masing untuk dimakamkan," ucapnya.

Diduga longsor terjadi secara tiba-tiba saat para penambang sedang bekerja di area rawan. Kondisi tebing yang curam membuat material menimpa korban dengan cepat, sehingga sebagian besar penambang tidak sempat menyelamatkan diri.

Polda Sumbar menegaskan bahwa upaya penanganan tambang ilegal sudah dilakukan berulang kali.

"Dalam bulan ini kita juga turun besar-besaran ke Kota Sawahlunto, Solok dan Pasaman. Semua upaya kita lakukan termasuk mencarikan solusi permanen mengenai permasalahan ini," ujarnya.

Meski begitu, aktivitas tambang ilegal tetap muncul kembali setelah operasi penertiban, menciptakan dilema bagi aparat penegak hukum.

"Ya, ini dilema masalah tambang ilegal seperti itu," ujarnya.

Hingga saat ini, identitas para korban belum dirinci oleh pihak kepolisian. Namun, tragedi ini menjadi peringatan serius terkait risiko yang dihadapi penambang ilegal, terutama di lokasi dengan kontur tebing terjal. Kronologi kejadian menggambarkan betapa cepatnya bencana alam dapat memicu fatalitas tinggi bagi pekerja yang tidak terlindungi.

Insiden ini kembali menyoroti perlunya pengawasan ketat, edukasi masyarakat, dan penegakan hukum berkelanjutan untuk mencegah aktivitas penambangan ilegal yang berisiko tinggi. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.