Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
VISI.NEWS - Local Media Community (LMC) menggelar rangkaian diskusi bertajuk 'Keberlanjutan Media dan Ekosistem' di tiga kota, yakni Pekanbaru, Makassar, dan Surabaya, pada (10–13/8/2026).
Kegiatan tersebut mempertemukan pemilik, CEO, pimpinan, dan manajemen redaksi media lokal dari sedikitnya 13 provinsi di Indonesia. Perwakilan organisasi media siber dan asosiasi jurnalis dari berbagai daerah juga turut hadir dalam diskusi tersebut.
Perwakilan Google menjadi salah satu narasumber dalam rangkaian kegiatan yang membahas tantangan keberlanjutan bisnis media, mulai dari strategi pertumbuhan audiens, diversifikasi pendapatan, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab untuk mendukung kerja jurnalistik.
Google diwakili Adeel Farhan selaku Head of News Partnerships Southeast Asia dan Yos Kusuma sebagai News Partner Manager untuk Indonesia, Filipina, dan Bangladesh.
Google Dorong Penguatan Ekosistem Media Lokal
Bagi Google, keterlibatan dalam kegiatan LMC menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat ekosistem media di Indonesia, terutama di tengah perubahan perilaku pengguna dan perkembangan teknologi AI.
Adeel Farhan mengatakan kemitraan dengan komunitas media di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya Google untuk terus berkolaborasi dengan ekosistem berita.
“Meski teknologi dan kebutuhan pengguna terus berkembang, misi inti kami tidak berubah: mengorganisasi informasi dunia dan menjadikannya mudah diakses serta bermanfaat bagi semua orang. Kami tetap berkomitmen untuk berkolaborasi dengan ekosistem berita, termasuk media lokal, seiring kami beradaptasi dan berinovasi dalam produk-produk kami,” ujar Adeel Farhan.
Menurutnya, Google dan penerbit berita memiliki tujuan yang sama, yakni membantu masyarakat menemukan serta mengakses konten berkualitas di internet.
“Google dan penerbit memiliki misi yang sama, yaitu membantu orang menemukan dan mengakses konten di web. Diskusi bersama Local Media Community ini adalah salah satu cara kami memastikan komitmen itu benar-benar dirasakan langsung oleh rekan-rekan media di daerah, bukan hanya di kota-kota besar,” tambah Adeel Farhan.
Program Google News Initiative Jangkau Media di Indonesia
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari berbagai program Google News Initiative (GNI) di Indonesia. Program ini selama ini menjangkau ratusan organisasi media melalui pelatihan, pendanaan, dan pendampingan.
Dalam paparannya disebutkan, sepanjang tahun lalu GNI menjalankan lebih dari 20 program di kawasan Asia Tenggara sejak Januari 2025. Program tersebut menjangkau lebih dari 7.000 peserta dari 165 organisasi dengan tingkat kepuasan peserta atau CSAT mencapai 4,7 dari 5.
Di Indonesia, salah satu program yang dijalankan adalah Project Sigma Indonesia: Gen Z & Berita. Program tersebut melibatkan 10 newsroom dari media cetak, siaran, radio, hingga digital native di Jakarta dan Surabaya.
Program tersebut mencatat rata-rata pertumbuhan audiens Gen Z sebesar 1,5 kali lipat.
Selain itu, Revenue Growth Lab Indonesia telah mendampingi 12 penerbit dari berbagai wilayah, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara Timur.
Program tersebut mencatat peningkatan pendapatan iklan digital hingga 18 persen serta pertumbuhan kunjungan pengguna hingga 47 persen.
Media Lokal Diminta Beradaptasi dengan AI
Yos Kusuma mengatakan keterlibatan Google dalam kegiatan LMC merupakan bentuk komitmen untuk hadir langsung di tengah komunitas media lokal.
“Media lokal memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberagaman informasi dan menghadirkan konten yang relevan bagi masyarakat di daerah masing-masing. Melalui diskusi ini, kami ingin mendengar langsung tantangan yang dihadapi teman-teman media lokal, sekaligus berbagi pengetahuan tentang bagaimana teknologi, termasuk AI, dapat menjadi alat untuk memperkuat keberlanjutan bisnis mereka, bukan menggantikan peran jurnalisme yang mereka jalankan,” ujar Yos.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Suara.com sekaligus salah satu inisiator Local Media Community, Suwarjono, menekankan pentingnya kemampuan media dan jurnalis beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurut Suwarjono, media yang menganggap AI sebagai ancaman dan tidak beradaptasi dengan perkembangan teknologi berpotensi tertinggal.
“Sama halnya dengan kenyataan bahwa publik atau audiens sekarang rata-rata mendapatkan informasi atau mengonsumsi berita dari media sosial, itu juga kalau ada media yang masih tidak melek dan belum mengembangkan medsosnya, akan ketinggalan,” tegas Suwarjono.
Ia juga membuka paparannya dengan kalimat “Yang Pasti Hanya Perubahan!” sebagai gambaran terhadap dinamika industri media saat ini.
Google Buka Ruang Kemitraan dengan Media Daerah
Yos menambahkan, Google masih membuka ruang dialog dan kemitraan dengan organisasi berita di berbagai daerah.
“Komitmen kami terhadap industri berita sudah berjalan lebih dari 20 tahun, dan itu tidak berubah. Yang berubah adalah cara kami beradaptasi dengan kebutuhan pengguna dan penerbit, termasuk melalui program-program seperti Subscriptions Academy dan News Consumer Insights yang berfokus pada penguatan pendapatan pembaca dan literasi data bagi newsroom di Indonesia,” tambah Yos.
Selain diskusi, peserta juga berkesempatan memperoleh informasi mengenai program pelatihan dan pendanaan GNI yang akan datang.
Dukungan Google terhadap ekosistem media juga dilakukan melalui kerja sama dengan KG Media dalam pelaksanaan rangkaian Uji Kompetensi Wartawan (UKW) di sejumlah daerah.
Gelombang pertama UKW tersebut dibuka di Bekasi pada Jumat (14/8/2026) dengan melibatkan sedikitnya 64 peserta dari media cetak, siber, televisi, dan radio untuk berbagai jenjang kompetensi. Kegiatan tersebut turut dibuka dengan pengantar dari Yos Kusuma.
Google News Initiative merupakan inisiatif Google yang bekerja sama dengan industri berita untuk mendukung pengembangan jurnalisme berkelanjutan di era digital melalui program, pelatihan, dan produk.
Sementara itu, Local Media Community merupakan komunitas yang mewadahi kolaborasi antarmedia lokal dan media skala kecil di Indonesia. Komunitas tersebut menjalankan berbagai kegiatan, mulai dari berbagi pengetahuan dan jejaring, small grant, hingga advokasi kepentingan bersama untuk memperkuat keberlanjutan ekosistem media.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!