Leuwiliang Banjir Bandang, 1620 Warga Terdampak Butuh Uluran Tangan Pemerintah

ED
Selasa, 7 Juni 2022 | 22:50 WIB
Bagikan
Leuwiliang Banjir Bandang, 1620 Warga Terdampak Butuh Uluran Tangan Pemerintah

VISINEWS |BANDUNG - 1.620 Warga Terdampak Banjir Bandang di Leuwiliang , Kampung Cisarua, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, baru-baru ini sekitar pukul 18.30 wib.

Menurut informasi, Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) Haji Kusnadi mengatakan, 1.620 warga terdampak itu terdiri dari RT 01, 02, 03, 04 dan 05 RW 06, Kampung Cisarua, Desa Purasasi, Kecamatan Leuwiliang, adapun jumlah yang terdampak mencapai 405 Kepala Keluarga (KK).

"Turut perihatin atas terjadinya banjir bandang di Leuwiliang Bogor, banjir terjadi karena intensitas hujan cukup tinggi hingga aliran Sungai Cisarua meluap, dan memutus aliran air bersih warga," katanya.

Atas peristiwa tersebut, Haji Kusnadi mengungkapkan, warga langsung melakukan koordinasi untuk melakukan evakuasi, asesmen serta mendistribusi air bersih untuk warga, meski air berangsur surut, warga diminta untuk tetap waspada.

“Atas peristiwa itu, warga tetap harus waspada, adapun kebutuhan dasar yakni air bersih, dikabarkan terputus namun saat ini tengah dalam perbaikan, sehingga dapat dipergunakan kembali," ungkapnya.

Meski tidak terdapat korban jiwa, Banjir Bandang ini sangat membuat masyarakat panik dan resah, selain itu diharapkan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar diminta untuk memberikan perhatian baik untuk korban (masyarakat terdampak) atau pun infrastrukturnya.

"Peristiwa ini membuat masyarakat takut, beruntung tidak ada korban jiwa, selain itu sejumlah infrastruktur yang terdampak banjir dan rusak, diharapkan segera bisa diperbaiki, oleh karena itu pemprov diminta turun tangan guna turut mengatasi," pungkasnya. @eko

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.