Legislator Saeful Bachri Soroti Pengembangan Kakao di Kabupaten Bandung
Ironisnya, meskipun Kabupaten Bandung memiliki pabrik pengolahan kakao terbesar di Asia Pasifik yang terletak di Dayeuhkolot, bahan bakunya justru didatangkan dari luar Jawa Barat, seperti Sulawesi dan Lampung.
"Ini menjadi tantangan bagi kita. Potensinya besar, tapi belum menjadi komoditas unggulan yang digarap serius," jelasnya.
Sebagai anggota Komisi II yang membidangi pertanian, Saeful menyatakan komitmennya untuk mendorong budidaya kakao di Kabupaten Bandung dan daerah lain di Jawa Barat.
Menurutnya, ada tiga kendala utama dalam pengembangan kakao, yakni kurangnya sosialisasi tentang manfaat kakao, rendahnya jumlah petani kakao, serta minimnya eksposur terhadap keberhasilan budidaya kakao.
"Pasar kakao ini sangat terbuka lebar, tetapi suplai masih sangat sedikit. Ini peluang besar bagi petani Kabupaten Bandung untuk meningkatkan kesejahteraan mereka," tuturnya.
"Kami berharap pemerintah daerah bisa memberikan perhatian lebih, termasuk menyediakan pelatihan dan dukungan kepada petani kakao," harapnya.
Saeful juga mengapresiasi upaya komunitas pecinta kakao yang terus memperjuangkan pengembangan kakao sebagai pilihan utama selain kopi.
Ia berkomitmen untuk berkolaborasi dengan komunitas tersebut dalam memperluas cakupan budidaya kakao di Kabupaten Bandung dan sekitarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!