Ledakan Pelabuhan Shahid Rajaee Iran, Khamenei Perintahkan Penyelidikan Menyeluruh
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 28 April 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | IRAN - Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menginstruksikan dilakukannya penyelidikan menyeluruh terkait ledakan besar yang terjadi di Pelabuhan Shahid Rajaee di selatan Iran pada Minggu (27/4/2025). Ledakan ini menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai lebih dari 1.000 orang.
"Pejabat keamanan dan peradilan berkewajiban untuk menyelidiki secara menyeluruh, mengungkap kelalaian atau kesengajaan, dan menindaklanjuti sesuai dengan peraturan," ujar Khamenei dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi pemerintah.
Insiden ledakan yang terjadi di dekat Selat Hormuz ini menyebabkan kebakaran hebat yang masih membara lebih dari 24 jam setelah kejadian. Asap tebal dari kebakaran mengakibatkan polusi udara di area sekitar pelabuhan.
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, mengunjungi Bandar Abbas, ibu kota Provinsi Hormozgan, untuk memantau langsung situasi dan menyampaikan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan kepada keluarga korban, baik yang meninggal maupun yang terluka.
Sejumlah pihak, termasuk pejabat pemerintah, sedang berupaya memastikan penanganan yang tepat terhadap korban. Sebagai tindakan darurat, seluruh sekolah dan kantor di Bandar Abbas diperintahkan untuk tutup sementara. Kementerian Kesehatan juga mengimbau warga untuk tetap berada di dalam rumah dan memakai masker pelindung untuk menghindari dampak dari polusi udara yang parah.
Penyelidikan awal menunjukkan bahwa ledakan kemungkinan berasal dari kebakaran yang terjadi di depot penyimpanan bahan kimia berbahaya, dengan beberapa kontainer dilaporkan ikut meledak. Pejabat setempat mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas mencapai 40 orang, sementara 1.242 orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya diterbangkan ke Teheran untuk mendapat perawatan intensif.
Meskipun spekulasi terkait kemungkinan bahan bakar militer terlibat dalam ledakan ini beredar, pihak berwenang membantahnya. Juru bicara Kementerian Pertahanan, Reza Talaei-Nik, menegaskan bahwa tidak ada kargo yang terkait dengan bahan bakar militer di pelabuhan tersebut.
Sementara itu, beberapa laporan menyebutkan bahwa bahan kimia natrium perklorat, yang digunakan dalam bahan bakar padat untuk rudal, mungkin terlibat dalam insiden ini. Di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung, situasi di pelabuhan Shahid Rajaee mulai stabil dengan sebagian besar aktivitas kembali berjalan normal. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!