Ledakan Dahsyat Guncang Teheran, Warga Panik
VISI.NEWS | TEHERAN - Ledakan dahsyat mengguncang Ibu Kota Iran, Teheran, pada Sabtu malam (21/6/2025), saat konflik bersenjata antara Iran dan Israel memasuki hari kesembilan. Ledakan tersebut terdengar jelas di wilayah tengah dan utara kota, memicu kepanikan di kalangan warga yang masih dibayangi ketegangan militer antar kedua negara.
Menurut laporan kantor berita AFP yang dilansir Minggu (22/6/2025), jurnalis mereka mendengar langsung suara ledakan dari lokasi di Teheran. Belum ada kejelasan apakah ledakan itu berasal dari serangan udara Israel atau dari aktivitas sistem pertahanan udara Iran yang merespons potensi ancaman.
Di saat bersamaan, CNN melaporkan bahwa militer Israel mengonfirmasi operasi serangan udara yang sedang berlangsung. Jet tempur angkatan udara Israel disebut tengah menggempur sejumlah infrastruktur militer di wilayah barat daya Iran. Pernyataan resmi dari militer Israel ini menandakan peningkatan eskalasi dalam konflik yang belum menunjukkan tanda mereda.
Pihak otoritas Provinsi Qom di Iran turut mengonfirmasi bahwa salah satu pangkalan militer di wilayahnya terkena serangan. "Beberapa menit yang lalu, salah satu pangkalan militer yang dievakuasi terkena proyektil dari rezim Zionis," demikian kutipan pernyataan resmi yang dirilis otoritas setempat melalui saluran media lokal.
Serangan Israel yang ditujukan ke wilayah Provinsi Qom terjadi tidak jauh dari Teheran, menambah ketegangan di wilayah ibu kota. Satu orang dilaporkan mengalami luka akibat serangan tersebut, meskipun belum ada rincian lebih lanjut mengenai kondisi korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.
Sampai saat ini, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai sumber ledakan di Teheran. Tidak jelas pula apakah sistem pertahanan udara Iran berhasil mencegat rudal atau drone yang mungkin terlibat dalam serangan. Kondisi ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai kemampuan pertahanan Iran dan kemungkinan aksi balasan yang akan dilakukan.
Konflik antara Iran dan Israel telah berlangsung intens selama sembilan hari terakhir, dengan kedua pihak saling melancarkan serangan militer baik terbuka maupun terselubung. Wilayah strategis di Iran, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur pendukung, kini menjadi target utama dalam operasi Israel yang diklaim sebagai bagian dari “pembalasan terhadap ancaman regional.”
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!