Layanan Haji 2025 Gunakan Skema Syarikah, PPIH Pastikan Jemaah Tetap Terlayani

Desi Rossilawati
Senin, 12 Mei 2025 | 20:40 WIB
Bagikan
Layanan Haji 2025 Gunakan Skema Syarikah, PPIH Pastikan Jemaah Tetap Terlayani
VISI.NEWS | MAKKAH - Penyelenggaraan ibadah haji 2025 mengalami perubahan signifikan dengan diterapkannya sistem layanan berbasis syarikah secara penuh di Makkah. Langkah ini diambil oleh Pemerintah Indonesia melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah. Ketua PPIH Arab Saudi, Muchlis Hanafi, menyampaikan bahwa sistem baru ini memungkinkan layanan diberikan secara lebih profesional dan terstruktur. "Perubahan sistem ini bertujuan untuk memastikan setiap jemaah haji Indonesia mendapatkan layanan yang lebih terstruktur, profesional, dan optimal," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Daker Makkah.

Penanganan Kloter Campuran Tetap Terjamin

Meskipun muncul kloter campuran akibat kendala visa dan sinkronisasi data, Muchlis memastikan bahwa setiap jemaah tetap memperoleh hak-haknya secara penuh, termasuk akomodasi dan bimbingan ibadah. Di Madinah, penempatan hotel masih mengikuti susunan kloter. Namun, di Makkah, penempatan berdasarkan syarikah yang menaungi jemaah tersebut. Layanan berbasis syarikah ini juga akan berlaku saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Menurut Muchlis, ini akan mempermudah koordinasi dan pengawasan.

Layanan Dasar Berjalan Lancar

Memasuki hari ke-10 operasional, PPIH mencatat bahwa seluruh layanan dasar seperti penginapan, konsumsi, transportasi, serta distribusi kartu Nusuk berjalan tanpa hambatan. Kartu tersebut dibagikan secara bertahap kepada jemaah. Sistem syarikah merupakan kebijakan yang diterapkan Arab Saudi sejak 2022 untuk menggantikan sistem wilayah. Tujuannya agar penanganan jemaah lebih efisien dan cepat merespons berbagai kebutuhan di lapangan.

Hak Jemaah Tak Berkurang

Muchlis menegaskan, meski sistem berubah, hak-hak jemaah tetap dijaga. Seluruh jemaah tetap mendapat layanan sesuai standar, termasuk konsumsi tiga kali sehari, transportasi antarlokasi, serta bimbingan ibadah. Pengawasan dilakukan secara ketat oleh petugas PPIH di setiap titik layanan. Adapun skema kepulangan jemaah tetap akan mengikuti format kloter seperti saat keberangkatan. Ini dinilai penting untuk menjaga keterpaduan data dan kenyamanan sosial di antara jemaah. "Dengan kerja sama dan kolaborasi kami yakin penyelenggaraan ibadah haji tahun ini akan berjalan lancar, aman, dan penuh keberkahan," tegas Muchlis seraya menutup konferensi pers. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.