Lapas Narkotika Kelas II A Bandung Komitmen Tingkatkan Pelayanan Menuju WBK dan WBBM
Lebih lanjut, Gumilar mengatakan bahwa tahun ini merupakan tahun yang ketiga Lapas Narkotika Kelas II A Bandung mengikuti kriteria WBK dan WBBM.
"Tahun ini ketiga kalinya kita mengikuti kriteria WBK dan WBBM, tahun lalu itu kita sampai dengan TPI tapi kebetulan gagal pada saat tahapan yang dilakukan Tim Penilai Nasional (TPN). Namun, tahun ini kita coba lagi dan memang semua instansi itu diwajibkan mengikuti, kelihatannya kita berhasil untuk ke jenjang berikutnya," ucapnya.
“Jadi kalo penilaian kriteria WBK dan WBBM itu ada dua tingkatan, nah untuk TPI itu dilakukan internal melalui Irjen Kemenkumham RI, sedangkan TPN itu melibatkan eksternal yang biasanya Kemenkumham RI bekerja sama dengan Kemenpan RB dalam melakukan penilaian nantinya," katanya.
Pihaknya juga ingin masyarakat tahu betul bahwa, di Lapas Narkotika ini berkomitmen untuk meraih WBK dan WBBM. Terutama dari pelayanan dilapas tidak dipungut biaya, dan komitmen memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat.
"Karena memang utama dari pada Zona Integritas itu adalah perubahan mindset atau perubahan pola pikir ataupun culture mindset dari pada petugas bahwa kita ini merupakan pelayan masyarakat, karena kalau dulu itu kan ASN justru ingin dilayani. Jadi mindset ini harus berubah, dan itu sebenarnya kunci utama dengan kita memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat," pungkasnya. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!