Kusnadi : Ormas PP Dilahirkan Untuk Menjaga Dan Melestarikan Nilai-Nilai Pancasila
ED
Editor
M Purnama Alam
Rabu, 2 Februari 2022 | 10:24 WIB
VISINEWS | BANDUNG - Di dirikan dan di deklarasikannya Pemuda Pancasila (PP) pada 28 Oktober 1959 di Jakarta oleh Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), yang merupakan sayap politik para petinggi militer yang masih aktif dalam kedinasan tidak lain untuk mengemban tugas mulia melindungi NKRI dari bahaya komunis yang kala itu dimotori oleh PKI.
Kader PP sekaligus Politisi Golkar Jawa Barat (Jabar) Haji Kusnadi mengatakan, gerakan PKI kala itu selalu dibayang-bayangi oleh IPKI, kemudian PKI melakukan manuver politik dengan mendirikan organisasi Pemuda Rakyat (PR), langkah yang sama akhirnya IPKI pun mendirikan organisasi Pemuda Pancasila (PP).
"Sejak awal berdirinya, PP tidak pernah sepi dari gerakan untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, dengan sigap kader-kader PP tampil sebagai perisai penyelamat," katanya.
Sekretaris DPD Golkar Jabar ini mengungkapkan, tahun l965, PKI gencar menelusup di segenap sendi kehidupan masyarakat, dan kerap berhadapan secara fisik dengan anggota PP pada saat itu.
"Sejarah mencatat, bentrokan fisik yang menewaskan anggota organisasi dari kedua belah pihak. Peristiwa gugurnya kader PP dicatat sebagai peristiwa heroik yang dijadikan api semangat menegakkan panji organisasi," ungkapnya.
Singkatnya, lanjut Kusnadi, PP kemudian menggelar Mubes ke VII tahun 2001 di Bogor, dan diputuskan bahwa PP tidak lagi berbentuk OKP namun berubah menjadi Ormas yang bebas dari segala bentuk permainan politik praktis.
"Keputusan ini maka induk organisasi mencanangkan suatu kebijakan, para kader PP ada di mana-mana tapi tidak ke mana-mana dengan jumlah anggota kurang lebih 7.000.000 anggota militan," ujarnya.
Adapun arah kegiatan organisasi di titikberatkan untuk bergerak di sektor sosial masyarakat secara langsung menyentuh kepentingan masyarakat hingga ke tingkat basis, mulai dari MPN (Pusat), MPW (Provinsi), MPC (Kota Kabupaten), PAC (Kecamatan) sampai tingkat akar rumput di Kelurahan, ke-RW an dan RT.
"Terwadahi dalam organsiasi yang solid, mengedepankan unsur keberagaman, pendidikan, sosial ekonomi, usia, suku ,dan agama, mulai dari preman hingga tokoh eksekutif, legislatif, pengusaha, tokoh agama, tokoh pendidikan, dll," paparnya.
Dalam politik, Kusnadi menjelaskan, PP sadar dan akan ikut berperan serta bertanggung jawab dalam membangun bangsa dan negara dengan mendukung secara penuh para kader untuk bergabung dan aktip diberbagai partai politik (Parpol).
"Keberadaan kader PP di Parpol, turut berjuang untuk menjadi anggota legislatif maupun eksekutif tentunya bertujuan untuk kemajuan negara dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat, dan siap untuk menjadi mitra pemerintah," jelasnya.
Terakhir, semboyan "Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang" diartikan bahwa PP harus siap dan tidak surut dengan adanya perubahan baik itu perubahan zaman, politik, sistem pemerintahan, kebijakan pemerintah, globalisasi, maupun penggantian pimpinan nasional sekalipun.
"PP memiliki ikrar yakni, bertanah air satu, tanah air indonesia, berbangsa satu, bangsa indonesia, berbahasa satu, bahasa indonesia dan berideologi satu, ideologi pancasila," pungkasnya. @eko.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!