Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca, Bluebird Tambah Ratusan Mobil Listrik dan Siapkan Infrastruktur Berbasis Energi Baru Terbarukan
Selain target penambahan adopsi kendaraan listrik dan fasilitas pengisian daya, Bluebird memperkuat infrastruktur pendukung pemanfaatan energi baru terbarukan dengan segera dimulainya instalasi panel surya atap yang merupakan upaya konservasi energi secara berkelanjutan.
Selain untuk meningkatkan efisiensi energi dan biaya, Bluebird berupaya berkontribusi lebih untuk mengurangi dampak perubahan iklim dengan menekan efek gas rumah kaca yang dihasilkan pembangkit listrik energi fosil. Instalasi panel surya atap tidak hanya digunakan untuk mendukung kebutuhan energi operasional perusahaan, namun juga sebagai sumber energi bersih yang dimiliki Bluebird.
Indonesia sendiri diketahui memiliki potensi surya luar biasa mencapai 4,8 kWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp, namun dari total potensi yang dimiliki, pemanfaatannya baru mencapai sekitar 65 MWp hingga September 2022. Untuk itu, dalam rangka memanfaatkan potensi yang sedemikian besar, pemerintah telah mengeluarkan roadmap pemanfaatan energi surya yang menargetkan kapasitas PLTS terpasang hingga tahun 2025 sebesar 0.87 GW atau sekitar 50 MWp/tahun.
Pemanfaatan PLTS menjadi sebuah kebutuhan karena adanya gerakan dekarbonisasi dan pendekatan net zero emission (NZE). “Untuk itu sebagai perusahaan layanan mobilitas terdepan di Indonesia, Bluebird berkomitmen untuk turut mengambil bagian dalam mempercepat target pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) melalui pemanfaatan panel surya atap. Kami terus berupaya dan berinovasi dalam menjalankan operasional dan aktivitas perusahaan secara hijau dan mengimplementasikan Environment, Social and Governance (ESG) dan merealisasikan program Sustainability Development Goals (SDGs) yang tertuang dalam komitmen Visi Keberlanjutan Bluebird 50:30, " jelas Andre.@nia
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!