Isu Kuota SNBT 2026 Cepat Penuh, Ketua Tim SNPMB Beri Penjelasan
VISI.NEWS | JAKARTA - Isu soal kuota SNBT (Seleksi nasional Berdasarkan Tes) cepat penuh yang ramai di media sosial pada hari pertama pendaftaran menuai keresahan di kalangan calon peserta serta orang tua.
Banyak yang khawatir tidak kebagian tempat ujian atau kehilangan kesempatan mengikuti seleksi. Kekhwatiran juga dialami pendaftar Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) yang hasil seleksinya baru diumumkan Selasa (31/3/2026). Mereka khawatir, jika tak lolos SNBP, tak bisa mendaftar SNBT.
Namun, pihak panitia SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru) menegaskan bahwa isu tersebut tidak benar.
Ketua Tim Penanggungjawab SNPMB, Eduart Wolok, secara tegas membantah kabar bahwa kuota di kota-kota pelaksanaan UTBK sudah mulai penuh sejak hari pertama.
“Mana ada kotanya udah full di hari pertama? Enggak ada.” ujar Eduart dalam keterangannya dikutip, Selasa (31/3/2026).
Ia menegaskan bahwa sistem yang disiapkan saat ini fleksibel dan mampu mengakomodasi lonjakan peserta.
“Kalau full, kami akan mempersiapkan untuk bisa saja menambah sesi di kota yang memang banyak begitu,” ungkapnya.
Artinya, jika memang terjadi kepadatan di suatu lokasi, penyelenggara memiliki mekanisme untuk menambah sesi ujian, sehingga tidak serta-merta peserta kehilangan kesempatan.
Soal Lokasi dan Kekhawatiran Peserta
Kekhawatiran lain yang muncul adalah soal pemilihan lokasi ujian, terutama bagi peserta yang ingin mengikuti tes di luar kota.
Eduart menjelaskan bahwa kondisi ini bukan hal baru dan memang membutuhkan persiapan dari peserta.
“Kalau dia memilih di kota tempat dia tinggal kan relatif aman, nggak ada masalah. Tapi kalau dia memilih di luar kota tentu dia harus melakukan persiapan dan penyesuaian,” katanya.
Ia menambahkan bahwa sejak awal peserta memang harus siap dengan kemungkinan tersebut, termasuk soal lokasi kampus dan jadwal ujian yang baru akan diketahui mendekati hari pelaksanaan.
“Cuma memang apakah, misalnya di Makassar nanti, apakah di Unhas atau di Universitas Negeri Makassar itu baru akan diketahui H-10. Cuman bedanya pusat UTBK-nya aja, lokasi pusat UTBK-nya. Sama sesi-nya, sesi nggak boleh milih,” urainya.
Sistem Dirancang untuk Adil dan Mendukung Peserta
Panitia SNPMB juga memastikan bahwa sistem pendaftaran dan pelaksanaan tes telah dirancang untuk membantu peserta sekaligus menjaga prinsip keadilan.
"Sistem yang kita siapkan, mekanisme yang kita rancang, itu benar-benar untuk support, membuat, membantu calon peserta dan yang paling penting tetap menjaga proses fairness pada sistem seleksi yang kita laksanakan,” ungkap Eduart.
Eduart menegaskan bahwa tujuan utama sistem bukan membatasi peserta, melainkan memastikan seleksi berjalan adil dan transparan. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!