Kuota Haji Jawa Barat Dikurangi, Ribuan Calon Jemaah Harus Bersabar

Desi Rossilawati
Sabtu, 1 November 2025 | 16:30 WIB
Bagikan
Kuota Haji Jawa Barat Dikurangi, Ribuan Calon Jemaah Harus Bersabar

VISI.NEWS | BANDUNG - Ribuan calon jemaah haji asal Jawa Barat harus bersabar lebih lama untuk menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) resmi mengurangi kuota haji untuk musim haji 2026. Dari semula 38.723 jemaah pada tahun 2025, kini Jawa Barat hanya mendapat jatah 29.643 jemaah atau berkurang sekitar 9.082 orang.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Barat, Boy Hari Novrian, membenarkan adanya pengurangan tersebut. Ia menyebut keputusan ini diambil setelah adanya kesepakatan antara Kementerian Haji dan Komisi VIII DPR RI terkait sistem waiting list baru dengan masa tunggu rata-rata 26,4 tahun.

"Sesuai yang sudah ditetapkan serta persetujuan antara Kementerian Haji dan Komisi VIII DPR untuk kuota berdasarkan waiting list, Jawa Barat kebagian sebanyak 29.643 dari total 39.723. Jadi sekitar 9.080 berkurangnya," ujar Boy dikutip dalam keterangannya, Sabtu (1/11/2025). Menurut Boy, penurunan kuota ini tak lepas dari penerapan sistem daftar tunggu nasional yang disamaratakan di seluruh provinsi. Kebijakan tersebut memang berdampak pada berkurangnya jatah Jawa Barat, namun dianggap lebih adil bagi seluruh calon jemaah di Indonesia.

"Kebijakan daftar tunggu keberangkatan haji memang memberi dampak terhadap jumlah kuota haji Jabar, namun di sisi lain juga memberikan keadilan bagi seluruh jemaah di Indonesia," jelasnya. Untuk mengantisipasi kebingungan di lapangan, Kemenag Jabar akan segera melakukan sosialisasi ke seluruh kabupaten dan kota. Tujuannya, agar para calon jemaah memahami skema baru ini dan mengetahui bahwa proses pemberangkatan tetap berdasarkan urutan pendaftaran. "Tapi sebelumnya kita sudah menginformasikan kepada kabupaten/kota soal adanya kemungkinan penyesuaian kuota Jawa Barat menjadi 29.643 ini," tambah Boy. Boy meminta para calon jemaah yang sudah terdaftar agar tidak khawatir. Ia menegaskan bahwa hak keberangkatan mereka tidak akan hilang, melainkan hanya tertunda sesuai nomor antrean yang telah terdaftar. "Jadi memang terobosan ini untuk memberikan keadilan bagi masyarakat, khususnya yang beragama Islam untuk melakukan ibadah haji," ujarnya. Bagi jemaah yang sudah lolos verifikasi namun terdampak pengurangan kuota, pemerintah akan menempatkan mereka sebagai daftar cadangan. Jika ada jemaah yang batal berangkat, nama-nama dalam daftar tersebut akan segera menggantikannya. "Ini yang kita harus antisipasi, mereka yang sudah kita verifikasi tapi ternyata terdampak, insyaallah akan berangkat karena masuk dalam nomor cadangan pada tahun ini. Yang pasti semua dipastikan berjalan transparan," tegasnya.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.