Kunjungan Xi Jinping ke Asia Tenggara Disindir Bill O’Reilly
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 19 April 2025 | 22:30 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Kunjungan Presiden China Xi Jinping ke tiga negara Asia Tenggara memicu komentar pedas dari tokoh konservatif AS, Bill O’Reilly. Dalam unggahan video di kanal YouTube-nya pada Selasa (15/4/2025), mantan presenter Fox News itu secara terang-terangan meremehkan ekonomi Vietnam, Malaysia, dan Kamboja, tiga negara yang dikunjungi Xi dalam tur regionalnya.
O’Reilly menyebut negara-negara tersebut tak punya daya beli untuk mendukung perekonomian China. Ia bahkan menuduh kunjungan Xi sebagai akal-akalan untuk menyelundupkan produk China ke Amerika Serikat melalui negara ketiga, demi menghindari tarif dagang tinggi yang diterapkan pemerintahan Trump.
“Mungkin dia mau selundupkan barang-barang China lewat label Vietnam, tetapi itu mudah ketahuan. Kalau China kehilangan pasar AS, habis sudah,” ujarnya.
Ia juga menyebut bahwa hanya AS yang punya uang untuk membeli produk dalam jumlah besar.
Komentar itu langsung mendapat kecaman dari Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan. Anwar menyebut pernyataan O’Reilly sebagai bentuk arogansi dan ketidaktahuan tentang realitas ekonomi kawasan Asia Tenggara.
"Ini adalah tampilan yang jelas dari kesombongan ekstrem oleh individu yang pada kenyataannya, kurang informasi, bodoh, dan yang percaya bahwa hanya kelompok atau bangsa mereka yang berhasil," tegasnya.
Kunjungan Xi Jinping sendiri berlangsung di tengah memanasnya tensi perang dagang dengan AS. Dengan kebijakan tarif baru yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump yang mencapai hingga 245% terhadap produk China, Beijing kini bergerak mencari pasar alternatif di Asia.
Xi memulai lawatan ke Vietnam pada 14–15 April 2025, dilanjutkan ke Malaysia pada 15–17 April untuk memperkuat kerja sama dagang dan inisiatif Belt and Road. Kunjungan ditutup di Kamboja pada 17 April, negara yang selama ini menjadi sekutu dekat China di kawasan. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!