Kronologi Ledakan Amunisi di Garut, Tewaskan 13 Orang
Kejadian bermula saat jajaran prajurit TNI AD dari Gudang Pusat Munisi (Gupusmu) III melakukan pemusnahan amunisi kedaluwarsa di kawasan milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Kecamatan Cibalong, Jawa Barat. Kawasan terpencil yang rutin digunakan untuk pemusnahan, TNI menyatakanlokasi jauh dari pemukiman warga.
Kegiatan berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB dengan pengecekan awal yang dinyatakan aman.
Setelahnya, tim penyusun munisi melakukan persiapan pemusnahan di dalam dua lubang sumur. Peledakan dilakukan setelah kondisi aman.
Namun, tempat ini diketahui kerap didatangi warga sipil yang mencari sisa logam dari amunisi yang dimusnahkan.
Menurut juru bicara TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, ledakan pertama terjadi saat proses pemusnahan berlangsung, disusul ledakan kedua yang diduga berasal dari sisa amunisi yang disentuh oleh warga sipil yang tidak seharusnya berada di lokasi.
Evakuasi korban telah dilakukan, dan mereka yang mengalami luka tengah mendapatkan perawatan intensif.
TNI menyatakan bahwa penyelidikan mendalam masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti ledakan serta mengevaluasi prosedur keamanan dalam pemusnahan amunisi.
Masyarakat diminta untuk tidak mendekati area pemusnahan dan segera melapor bila menemukan benda mencurigakan yang berpotensi berbahaya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!