Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Logistik Mengalir, Massa Bersiap Kepung Senayan 27 Agustus 26 Aug 2026 Hudson Serukan Keberanian, Thailand Bertekad Balikkan Keunggulan Vietnam 26 Aug 2026 Green GSM Luncurkan Taksi Listrik Premium 7 Penumpang di Filipina 26 Aug 2026 Pemkot Bandung Siapkan Rp56 Miliar untuk Bus Rapid Transit 26 Aug 2026 Pasar Baru dan Pecinan Lama Dibidik Jadi Destinasi Kuliner Dunia 26 Aug 2026 Cibaduyut Kini Punya Ruang Kreatif Bikin Sandal Sendiri 26 Aug 2026 Bandung Cerah, Suhu hingga 31 Derajat pada Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Rabu 26 Agustus 2026 26 Aug 2026

Kronologi Balita Alami Hipotermia di Gunung Ungaran

Desi Rossilawati
Senin, 13 April 2026 | 13:08 WIB
Bagikan
Kronologi Balita Alami Hipotermia di Gunung Ungaran

Proses pertolongan balita usia 1,3 tahun yang mengalami hipotermia di Gunung Ungaran,Kabupaten Semarang./visi/news/ tangkap layar akun Instagram @jabodetabek24info.

VISI.NEWS | SEMARANG - Balita berusia 1,5 tahun mengalami kondisi hipotermia saat berada di kawasan Puncak Bondolan, Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang. Peristiwa ini terjadi ketika anak tersebut diajak orang tuanya melakukan pendakian hingga ke puncak gunung pada Sabtu (11/4/2026).

Kejadian tersebut bermula saat satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak mencapai puncak Bondolan sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, kondisi cuaca di lokasi tiba-tiba berubah menjadi hujan deras yang menyebabkan suhu di kawasan tersebut menurun drastis.

Kronologi Balita Alami Hipotermia Saat Cuaca Buruk

Berdasarkan keterangan Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, perubahan cuaca tersebut berdampak langsung pada kondisi balita yang kemudian menunjukkan gejala hipotermia.

"Peristiwa ini terjadi ketika satu keluarga ayah, ibu, dan anak melakukan pendakian dan tiba di puncak sekitar pukul 14.00 WIB. Namun, cuaca yang tiba-tiba memburuk disertai hujan deras menyebabkan suhu tubuh balita tersebut menurun drastis hingga mengalami gejala hipotermia," ujar Bergas dikutip dalam keterangannya, Senin (13/4/2026).

Dalam video tersebut sang balita menangis keras. Petugas kemudian segera menyelimuti balita itu menggunakan emergency blanket. Setelah diselimuti, petugas juga tampak berusaha menenangkan balita tersebut. Tim SAR kemudian menggendong balita itu turun dari gunung

Respons Tim SAR

Setelah menerima laporan, Tim SAR dari Basarnas yang sedang bersiaga langsung bergerak menuju lokasi kejadian di kawasan Puncak Bondolan untuk melakukan pertolongan.

Petugas segera melakukan tindakan awal untuk menstabilkan kondisi korban dengan menghangatkan tubuh serta memberikan penanganan medis darurat.

"Tim SAR dari Basarnas yang sedang melaksanakan siaga khusus langsung bergerak cepat menuju lokasi di kawasan puncak Bondolan. Petugas segera melakukan penanganan awal untuk menstabilkan suhu tubuh korban, termasuk menghangatkan tubuh dan memberikan pertolongan pertama pada kondisi hipotermia," jelas Bergas.

Setelah kondisi balita mulai stabil, tim gabungan SAR kemudian melakukan evakuasi menuju Basecamp Perantunan untuk penanganan lebih lanjut.

"Setelah kondisi korban mulai stabil, tim SAR gabungan mengevakuasi balita bersama orang tuanya menuju Basecamp Perantunan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Dari Basecamp, kondisi balita dilaporkan terus membaik hingga akhirnya diperbolehkan pulang bersama orang tuanya dalam keadaan selamat.

BPBD Jawa Tengah menegaskan bahwa kegiatan pendakian gunung membutuhkan persiapan matang, baik fisik maupun peralatan, serta tidak dianjurkan bagi kelompok rentan seperti balita.

"Pada prinsipnya kegiatan hiking ke gunung atau naik gunung adalah kegiatan yang memerlukan persiapan dari sisi fisik dan mental, selain tool peralatan pendukung lainnya. Artinya giat tersebut bukan untuk kelompok rentan seperti balita untuk diajak ke sana," imbau Bergas.

Ia juga mengingatkan bahwa pendakian tanpa persiapan dapat menimbulkan risiko serius.

"Butuh kesadaran berbagai pihak, dari warga dan petugas, untuk mengingatkan atau melarang mengajak kelompok rentan untuk giat tersebut karena ada risiko berbahaya sampai dengan kematian bila dilanggar," pungkasnya. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.