Kredit Timpang, Amar Bank Tancap Gas ke UMKM
Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (CELLIOS), Nainul Huda. /visi.news/ist
“Dalam konteks ini, kehadiran bank digital dan skema pembiayaan berbasis kemampuan (ability-based financing) menjadi peluang untuk memperluas akses keuangan, terutama di daerah yang masih bergantung pada pinjaman informal,†kata Nailul.
Ia menambahkan, di tengah tantangan tersebut, ekonomi digital Indonesia justru terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Nailul mencatat nilai transaksi pembayaran digital diperkirakan mencapai Rp4.000 triliun pada 2026. Angka yang cukup besar tersebut didorong oleh meningkatnya penggunaan internet dan perangkat mobile, serta pertumbuhan pesat QRIS baik dari sisi pengguna maupun merchant.
Namun, Nailul mengingatkan isu keamanan data dan keterbatasan talenta digital masih menjadi tantangan utama.
“Ke depan, penguatan literasi, inklusi keuangan, serta inovasi digital menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan,†kata Nailul.
Perkuat Sistem Layanan
Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane Solagracia, mengatakan komitmen perseroan dalam menghadirkan solusi yang tepat guna untuk membantu pelaku UMKM mengatasi hambatan akses ke layanan keuangan formal. Menurut Josua, mereka juga akan meningkatkan kesiapan usaha dan tata kelola bisnis yang lebih baik.
Menurutnya, melalui layanan Amar Bank Bisnis, pelaku UMKM didorong untuk membangun sistem administrasi dan pengelolaan keuangan yang lebih rapi, sistematis, dan terdokumentasi.
“Solusi ini tidak hanya membantu efisiensi operasional sehari-hari, tetapi juga memperkuat fondasi usaha dalam jangka panjang. Dengan rekam jejak keuangan yang lebih tertata, UMKM memiliki peluang lebih besar untuk dinilai layak secara objektif oleh lembaga keuangan, sehingga akses terhadap pembiayaan formal menjadi semakin terbuka,†ujar Josua.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!