VISI.NEWS | BANDUNG - Pada November 2024, Kota Bandung berharap untuk mencapai target pengurangan sampah sebagai respons terhadap masalah pengelolaan limbah yang dipengaruhi oleh kondisi di tempat pembuangan akhir (TPA) Sarimukti.
Dudi Prayudi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, menjelaskan bahwa pengurangan jumlah ritase sampah akan dilakukan dengan menekan volume sampah dari masing-masing wilayah yang berada dalam Satuan Wilayah Kerja (SWK). Data dari DLH menunjukkan ritase sampah harian untuk sejumlah SWK sebagai berikut:
- SWK Bojonagara: 35,88 ritase/hari.
- SWK Cibeunying: 51,89 ritase/hari.
- SWK Tegallega: 33,67 ritase/hari.
- SWK Karees: 36,41 ritase/hari.
- SWK Kordoba: 25,88 ritase/hari.
- SWK Ubermanik: 31,23 ritase/hari.
- Mendorong kewilayahan dalam pengelolaan sampah yang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.
- Memaksimalkan program rumah magot.
- Menangkal penumpukan sampah di jalur utama dan kawasan pemukiman.
- Membangun komitmen pengelolaan sampah di level keluarga.