Korban Tewas Gempa Filipina Bertambah Jadi 55 Orang
Ilustrasi./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Jumlah korban tewas akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang wilayah selatan Filipina pada Senin lalu terus bertambah. Otoritas setempat melaporkan hingga Kamis (11/6/2026), korban meninggal dunia mencapai 55 orang.
Tim pencarian dan penyelamatan masih melakukan upaya pencarian di sejumlah wilayah yang mengalami kerusakan parah akibat gempa tersebut. Selain korban tewas, puluhan warga dilaporkan mengalami luka-luka, sementara beberapa orang lainnya masih dinyatakan hilang.
Bertambahnya jumlah korban terjadi setelah petugas menemukan sejumlah jenazah baru di bangunan yang runtuh serta kawasan yang terdampak tanah longsor.
Pejabat penanggulangan bencana setempat menyebut operasi pencarian dan evakuasi menghadapi berbagai kendala di lapangan. Gempa susulan yang masih terjadi, kondisi bangunan yang tidak stabil, serta kerusakan akses jalan menuju lokasi terdampak menjadi tantangan utama dalam proses penyelamatan dan distribusi bantuan kemanusiaan.
Berdasarkan laporan yang dilansir Anadolu pada Jumat (12/6/2026), gempa yang berpusat di lepas pantai Pulau Mindanao menyebabkan kerusakan luas pada berbagai fasilitas publik dan permukiman warga.
Sejumlah rumah, sekolah, rumah sakit, serta infrastruktur publik mengalami kerusakan akibat guncangan kuat tersebut. Kota General Santos dan sebagian wilayah Provinsi Sarangani menjadi daerah yang paling terdampak sehingga pemerintah menetapkan status bencana untuk mempercepat penanganan darurat.
Akibat bencana tersebut, ribuan warga terpaksa mengungsi dan hingga kini masih bertahan di pusat-pusat evakuasi. Pemerintah Filipina terus menyalurkan bantuan berupa makanan, air bersih, serta layanan kesehatan bagi para penyintas sambil melakukan pendataan kerusakan bangunan dan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina mencatat masih terjadi sejumlah gempa susulan sejak gempa utama mengguncang wilayah tersebut. Masyarakat diimbau untuk tidak memasuki bangunan yang mengalami kerusakan karena berpotensi roboh sewaktu-waktu.
Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk mempercepat upaya pemulihan dan rehabilitasi di wilayah terdampak. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang menjadi korban bencana.
Filipina merupakan negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, salah satu wilayah dengan aktivitas seismik paling tinggi di dunia. Kondisi geografis tersebut menyebabkan negara kepulauan itu kerap mengalami gempa bumi dan berbagai aktivitas tektonik lainnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!