Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Korban Tewas di Gaza Capai 413 Orang, Serangan Israel Masih Berlanjut

Desi Rossilawati
Rabu, 19 Maret 2025 | 21:45 WIB
Bagikan
Korban Tewas di Gaza Capai 413 Orang, Serangan Israel Masih Berlanjut
VISI.NEWS | GAZA - Serangan Israel ke Jalur Gaza setelah gencatan senjata berakhir telah menyebabkan jumlah korban tewas melonjak hingga 413 orang, menurut laporan Kementerian Kesehatan Gaza pada Selasa (18/3/2025). Juru bicara Badan Pertahanan Sipil Gaza, Mahmud Basal, menyatakan bahwa mayoritas korban adalah anak-anak, perempuan, dan orang lanjut usia akibat serangan yang terus berlangsung. Fasilitas umum seperti sekolah dan kamp pengungsi turut menjadi sasaran. "Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak, wanita, orang tua, sebagai akibat dari agresi tersebut," ujar Mahmud Basal, dilansir AFP. Gencatan senjata yang dimediasi oleh Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat sejak 19 Januari 2025, akhirnya kandas setelah Israel kembali meluncurkan serangan udara skala besar. Hamas menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang bertanggung jawab atas gagalnya kesepakatan tersebut, sementara Israel menuding Hamas tidak menepati perjanjian dengan tetap menahan sejumlah sandera. Seorang pejabat Israel mengatakan bahwa operasi militer akan terus berjalan dan bahkan dapat diperluas lebih dari sekadar serangan udara. Di sisi lain, Amerika Serikat mencoba berperan sebagai mediator dengan menawarkan kesepakatan pertukaran tahanan. Utusan khusus Presiden AS, Steve Witkoff, mengusulkan pembebasan lima sandera, termasuk warga Israel-Amerika Edan Alexander, dengan imbalan pembebasan sejumlah tahanan Palestina dari penjara Israel. Hamas sebelumnya menyatakan kesiapan untuk melepaskan Alexander dan empat sandera lainnya yang memiliki kewarganegaraan ganda Israel-Amerika. Namun, Witkoff menilai tanggapan Hamas terhadap proposal ini sebagai sesuatu yang 'tidak dapat diterima.' Di tengah ketegangan yang meningkat, serangan militer Israel masih terus berlanjut, meningkatkan kekhawatiran akan bertambahnya korban sipil di Gaza. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.