Konsumen di Indonesia Memiliki Tingkat Kesadaran Tertinggi di Asia Pasifik tentang Bagaimana Data Mereka Digunakan
Di Indonesia, 52% pelanggan menyatakan tidak keberatan untuk mengungkapkan data-data demografi, sementara 49% bersedia membagikan data riwayat pembelian. Tingginya tingkat kenyamanan konsumen Indonesia dalam berbagi data dengan brand ini terkait dengan tingkat kesadaran data yang cukup tinggi di negara ini.
Lebih lanjut, situs web resmi dan akun media sosial merupakan dua saluran yang paling banyak digunakan untuk berbagi data pribadi, dimana 82% dan 59% konsumen bersedia berbagi informasi melalui masing-masing media tersebut. Konsumen di Indonesia juga bersedia berbagi data pribadi dengan organisasi penyedia layanan finansial dan kesehatan.
Namun, meskipun konsumen Indonesia cukup terbuka dan merasa nyaman berbagi data, mereka ternyata juga mengharapkan brand untuk lebih transparan. Dibandingkan negara lain di Asia Pasifik, konsumen di Indonesia lebih menghargai transparansi – 67% responden di Indonesia mengaku mempercayai brand yang jujur dan transparan mengenai kebijakan yang mereka terapkan.
Menyongsong masa depan tanpa cookie
Dengan kurang dari dua tahun waktu tersisa sebelum penggunaan cookie resmi dihentikan, konsumen saat ini memiliki tingkat ekspektasi yang lebih tinggi untuk privasi data, yang didorong oleh meningkatnya kesadaran tentang berbagai risiko terkait pengumpulan dan penyimpanan data pihak ketiga.
Meskipun 84% konsumen di Indonesia percaya bahwa iklan bertarget (targeted advertising) melalui penggunaan cookie dapat menyebabkan masalah privasi data, secara umum mereka mengakui bahwa berbagi data pihak ketiga berguna dalam mengkustomisasi pengalaman konsumen. Dibandingkan negara lain di Asia Pasifik, konsumen di Indonesia paling tidak keberatan menerima email terkait dari suatu brand setelah mereka mengizinkan penggunaan semua jenis cookie di situs web (52%).
Konsumen di Indonesia juga memiliki tingkat kesadaran yang cukup tinggi mengenai wacana pengakhiran cookie, di mana 69% mengetahui adanya rencana Google untuk menghapus penggunaan cookie pihak ketiga pada peramban Chrome di tahun 2024. Selain itu, 50% konsumen di Indonesia menganggap pembatasan penggunaan data pihak ketiga sebagai suatu perkembangan luar biasa karena bagi mereka privasi data pribadi adalah prioritas utama – lebih tinggi dari negara mana pun di Asia Pasifik.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!