Konflik Memanas, 23 Maskapai Batalkan Rute Timur Tengah
VISI.NEWS | BANDUNG – Eskalasi konflik di Timur Tengah menimbulkan gangguan pada industri penerbangan dunia. Sedikitnya 23 maskapai internasional resmi menghentikan atau membatasi operasional mereka ke berbagai kota di kawasan tersebut menyusul penutupan wilayah udara dan meningkatnya risiko keamanan bagi penerbangan sipil.
Berdasarkan laporan Reuters, ketidakpastian situasi memaksa perusahaan penerbangan untuk mengambil langkah darurat, mulai dari pembatalan rute hingga pengalihan jalur terbang guna menghindari zona konflik.
Berikut adalah rangkuman kebijakan terbaru dari sejumlah maskapai besar per Maret 2026:
-
Lufthansa Group & Air France-KLM: Menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv, Teheran, Beirut, hingga Dubai dan Riyadh dengan durasi bervariasi hingga akhir April 2026.
-
Emirates & Etihad: Tetap beroperasi namun dengan jadwal yang sangat terbatas dan penyesuaian rute pasca-pembukaan sebagian wilayah udara.
-
Qatar Airways: Mengalami gangguan signifikan akibat penutupan wilayah udara Qatar, dengan layanan sangat terbatas hingga akhir Maret.
-
Delta & Air Canada: Membatalkan seluruh rute ke Tel Aviv dan Dubai hingga periode April-Mei 2026.
-
British Airways (IAG) & Cathay Pacific: Menghentikan layanan ke destinasi utama seperti Dubai, Abu Dhabi, Riyadh, dan Doha hingga waktu yang belum ditentukan (beberapa hingga akhir tahun).
-
Maskapai Asia (IndiGo, Malaysia Airlines, Japan Airlines): Menangguhkan operasional ke Doha dan sekitarnya hingga akhir Maret 2026.
-
Maskapai Berbiaya Rendah (Wizz Air, Pegasus, Norwegian): Melakukan pembatalan massal ke berbagai kota di Timur Tengah, dengan beberapa rute ditunda hingga Juni 2026.
Pihak maskapai diperkirakan akan terus melakukan penyesuaian jadwal secara dinamis mengikuti perkembangan geopolitik di lapangan. Bagi masyarakat yang memiliki rencana perjalanan ke atau melalui kawasan Timur Tengah, sangat disarankan untuk:
-
Rutin memantau informasi resmi melalui situs web atau aplikasi maskapai.
-
Memeriksa opsi penjadwalan ulang (reschedule) yang disediakan.
-
Mempelajari prosedur pengembalian dana (refund) sesuai kebijakan masing-masing perusahaan.
Situasi penutupan wilayah udara ini diprediksi akan terus menekan efisiensi rute penerbangan internasional, mengingat pentingnya jalur Timur Tengah sebagai penghubung antara Asia, Eropa, dan Amerika. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!