Komisi VIII DPR RI Kutuk Pembakaran Qur’an di Swedia
Demonstrasi yang dipimpin Paludan semakin merusak hubungan Swedia yang tengah berupaya meyakinkan anggota NATO, Turki, untuk menyetujui Swedia dan Finlandia masuk ke dalam aliansi militer tersebut. Upaya yang dilakukan Swedia itu terhenti di tengah tuntutan Ankara agar Stockholm menyerahkan aktivis Kurdi dan mencegah demonstrasi yang menentang kepemimpinan Turki.
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristerssson juga mengecam aksi pembakaran al-Qur’an tersebut. “Kebebasan berekspresi adalah bagian mendasar dari demokrasi, tapi yang legal belum tentu sesuai,” ujarnya seraya menyebut tindakan Paludan sebagai “tidak sopan.” Dia pun memberi simpati kepada seluruh umat Islam atas tindakan tersebut. “Saya ingin mengungkapkan simpati saya untuk semua Muslim yang tersinggung dengan apa yang terjadi di Stockholm,” ujarnya.
Selain Indonesia, beberapa negara lain juga mengutuk pembakaran al-Qur’an yang terjadi di Stockholm, seperti Malaysia dan Maroko. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Pemerintah Swedia untuk memberikan tindakan tegas kepada Paludan dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kebangkitan Islamphobia di Swedia.
“Kekotoran terang-terangan kitab suci Islam oleh politisi Swedia dan kelambanannya sama saja dengan memicu Islamphobia dan merupakan provokasi serius terhadap sensitivitas bukan hanya di Turki tetapi lebih dari 2 miliar umat Muslim di dunia,” ujarnya.@mh
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!