Komisi V DPR-RI Bersama Bupati Bandung Bahas Preservasi Sarana Prasana Ruas Jalan Soreang Rancabali dan Cidaun
Menanggapi program preservasi ruas Jalan itu Ciwidey-Rancabali- Cidaun, Bupati Bandung berencana mengundang pihak Perhutani pada Kamis malam.
"Kebetulan undangan itu juga untuk membahas hal yang berkaitan dengan kawasan Rancaupas. Kalau misalkan Kepala Balai mau memindahkan lokasi (geser trase), saya siap. Minggu depan mulai, saya siap. Benar, karena saya orang lapangan. Saya tahu persis kebutuhan lapangan," katanya.
Sementara itu, Anggota DPR RI H. Anang Susanto mengatakan, salah satu yang harus diupayakan adalah sebelum Lebaran mendatang adalah terkait penyelesaian sarana dan prasarana ruas jalan.
"Memang secara logika, tidak mungkin dan bukan sulap kalau harus clear semuanya. Paling tidak sudah berubah. Yang tadinya macet, jadi agak macet. Enggak apa-apa. Nantinya ada rekayasa jalan," katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Jalan Nasional DKI Jakarta - Jawa Barat Wilan Oktavian mengatakan, bahwa pihaknya telah melaporkan secara bertahap program yang dilaksanakan sampai tahun 2024 mendatang.
"Makanya, tadi kami laporkan. Ini adalah bertahap. Ada program sampai tahun 2024, pelebaran kurang lebih 30 km. Tapi memang lahannya banyak yang milik Perhutani, BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam), PTPN. Ada juga punya warga," katanya.
Nanti, menurut Wilan , yang menjadi prioritas adalah lahan milik pemerintah.
"Alhamdulillah, tadi sudah didukung Pak Bupati. Kita akan coba percepat. Sebetulnya, dari Perhutani, BKSDA, PTPN semuanya sudah mendukung. Tapi legalnya, yang belum kita dapat. Supaya bisa bekerja. Nah, untuk mendapatkan legalnya, kita minta bantuan Pak Bupati," pungkasnya. @gvr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!