Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kolak, Lebih dari Sekadar Takjil : Sejarah dan Filosofinya

Desi Rossilawati
Sabtu, 8 Maret 2025 | 01:55 WIB
Bagikan
Kolak, Lebih dari Sekadar Takjil : Sejarah dan Filosofinya
VISI.NEWS | BANDUNG - Kolak menjadi salah satu hidangan khas yang hampir selalu hadir di meja berbuka puasa. Hidangan manis ini biasanya terdiri dari pisang, ubi, singkong, kolang-kaling, serta bahan lain yang dimasak dengan gula aren dan santan. Sejarah mencatat bahwa makanan sejenis kolak sudah ada sejak zaman Kerajaan Hindu-Buddha. Prasasti Watukura dari tahun 902 Masehi menunjukkan bahwa masyarakat Jawa kuno telah mengonsumsi makanan berbasis gula aren yang dicampur dengan berbagai bahan lain. Mengutip situs Historia, asal-usul kata "kolak" diyakini berasal dari bahasa Arab kul laka, yang berarti 'makanlah'. Ada juga teori lain yang menyebut kata tersebut berasal dari bahasa Arab khalaqa, yang berarti 'menciptakan'. Namun, lebih dari sekadar makanan, kolak adalah hasil perpaduan budaya Nusantara dan Timur Tengah. Budaya Timur Tengah yang cenderung menyukai makanan manis berpadu dengan bahan-bahan khas Indonesia seperti santan, ubi, dan pisang, menciptakan hidangan yang kini menjadi bagian dari tradisi Ramadan. Selain itu, kolak juga memiliki makna filosofis tersendiri. Misalnya, penggunaan pisang kepok dalam kolak dikaitkan dengan kata 'kapok', yang bermakna jera atau tidak mengulangi kesalahan. Sementara itu, santan dari kelapa memiliki makna spiritual sebagai simbol rasa syukur, karena kelapa dikenal sebagai 'pohon kehidupan' yang seluruh bagiannya bermanfaat bagi manusia. Sejarawan Fadly Rahman menjelaskan bahwa pohon kelapa memiliki peran penting dalam budaya Nusantara. Pohon ini disebut sebagai the tree of life atau 'pohon kehidupan', karena hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Dengan demikian, kolak bukan sekadar makanan berbuka puasa. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.