Kilas Balik Sejarah dan Ajaran Nabi Muhammad dalam Buku Klasik dan Etika Politik

ED
Selasa, 17 September 2024 | 07:02 WIB
Bagikan
Kilas Balik Sejarah dan Ajaran Nabi Muhammad dalam Buku Klasik dan Etika Politik

VISI.NEWS | BANDUNG - Sejarah mencatat bahwa penulis Amerika Serikat Lothrop Stoddard menciptakan buku klasik berjudul "The New World of Islam". Atas saran Presiden Soekarno, buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul "Dunia Baru Islam" pada tahun 1966, dan Bung Karno menyertakan kata pengantar serta meminta tambahan bab tentang perkembangan Islam di Indonesia.

Stoddard memulai tulisannya dengan penekanan bahwa "bangkitnya Islam pertama kali di bawah pimpinan Nabi Muhammad ialah suatu peristiwa yang sangat menakjubkan dalam sejarah umat manusia." Ia melanjutkan, "Dalam waktu satu abad saja, dari gurun tandus dan suku bangsa terbelakang, Islam telah tersebar hampir meliputi separuh dunia, mengadakan revolusi berpikir dalam jiwa bangsa-bangsa."

Nabi Muhammad lahir di Makkah pada tahun Gajah (571 M) dan memulai dakwahnya setelah hijrah ke Madinah, dengan masjid sebagai pusat dakwah dan pembinaan umat. Prof. Athiyah Al-Abrasyi menggambarkan keagungan Nabi Muhammad dalam bukunya "Uzmatur Rasul" dengan menyatakan bahwa "Dalam pribadi Nabi Muhammad Saw ditemukan sifat keberanian Nabi Musa, sifat kepemurahan Nabi Harun, sifat kesabaran Nabi Ayub, sifat keteguhan Nabi Daud, sifat keagungan Nabi Sulaiman, sifat kegembiraan Nabi Yahya dan sifat kasih Nabi Isa."

Islam, menurut Nabi Muhammad, adalah agama yang bersifat universal dan mempromosikan nilai-nilai keadilan dan toleransi. Al-Quran dan Hadis mengajarkan bahwa "Perintah berlaku adil, berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat," serta menekankan pentingnya keadilan dan penghormatan terhadap semua manusia. Dalam konteks dakwah, Prof. Osman Raliby menjelaskan bahwa "dakwah islamiyah adalah usaha merobah keadaan yang negatif menjadi keadaan yang positif."

Nabi Muhammad juga dikenal karena prinsip-prinsip etika politik dan kekuasaan yang adil, seperti yang disoroti oleh Prof. Dr. Faisal Ismail MA dalam bukunya "Dinamika Islam Milenial". Ismail mencatat bahwa prinsip-prinsip ini termasuk "kekuasaan sebagai amanat dari Tuhan, keadilan, demokrasi, tanpa politik uang, dan memberikan ruang bagi kelompok minoritas."

Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw, diharapkan umat Islam dapat lebih mendalami dan meneladani ajaran beliau sebagai inspirasi dalam membangun peradaban yang adil, sejahtera, dan damai.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.