"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026

KILAS BALIK PIALA DUNIA | Tujuh Momen Teraneh Piala Dunia (2)

ED
Selasa, 1 November 2022 | 19:04 WIB
Bagikan
KILAS BALIK PIALA DUNIA | Tujuh Momen Teraneh Piala Dunia (2)

VISI.NEWS -

3. Protes kerajaan (Spanyol, 1982)

Protes yang luar biasa, jika sama sekali tidak ada gunanya, delapan tahun kemudian berhasil.

Alain Giresse tampaknya telah menempatkan Prancis 4-1 melawan Kuwait sebelum ikan kecil itu menyergap wasit yang mengklaim bahwa mereka berhenti bermain setelah mendengar peluit yang sebenarnya muncul dari kerumunan.

Awalnya tidak terpengaruh oleh semua seruan untuk menganulir gol tersebut, wasit berubah pikiran ketika seorang anggota keluarga kerajaan Kuwait, Sheikh Fahad al-Ahmed, menyerbu lapangan untuk membawa para pemain keluar.

Yang membuat Prancis takjub, gol Giresse kemudian masuk dalam daftar pencetak gol. Fahad kemudian meminta maaf kepada Michel Platini atas gangguannya yang, berkat gol telat Maxime Bossis, ternyata sama sekali tidak penting.

4. Aib Gijón (Spanyol, 1982)

Perilaku tidak sportif Jerman Barat dan Austria sangat mencurigakan sehingga FIFA kemudian mengubah aturan permainan grup terakhir.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.