KHUTBAH JUMAT | Rajab, Bulan Mulia untuk Optimalkan Kebaikan
Maka melakukan keburukan dan kezaliman terhadap diri sendiri, apalagi terhadap orang lain dengan mengambil yang bukan hak-nya, atau merusak lingkungan yang berdampak buruk bagi orang lain, maka hakikatnya akan lebih buruk dan tercela di mata Allah swt.
Hadirin sidang Jumat yang berbahagia.
Salah satu bukti keluasan rahmat Allah Swt adalah sangat mengapresiasi kebaikan, walaupun kebaikan tersebut belum berhasil dilakukan.
Terlebih jika kebaikan tersebut sampai terwujud. Dan perlu kita sadari bahwa rahmat Allah begitu luas, di antaranya adalah menahan seseorang mendapatkan dosa sampai makhluk-Nya benar-benar melakukan dosa tersebut. Dalam sebuah hadits Qudsi yang terdapat dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan dari Ibn ‘Abbas, bahwa Rasulullah mendapatkan riwayat dari Allah Swt. Rasul bersabda:
إنَّ اللهَ كَتَبَ الحَسَنَاتِ وَالسَّيِّئَاتِ ثُمَّ بَيَّنَ ذلِكَ ، فَمَن هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبهَا اللهُ عِندَه حَسَنَةً كَامِلَةً ، وإن هم بها فعملها كتبها الله عز وجل عنده عشر حسنات إلى سبع مائة ضعف إلى أضعاف كثيرة ، وإن هم بسيئة فلم يعملها كتبها الله عنده حسنة كاملة ، وإن هم بها فعملها كتبها الله سيئة واحدة
Artinya: "Sesungguhnya Allah mengganjar setiap kebaikan dan keburukan, kemudian Dia menjelaskan (seperti apa mengganjar kebaikan dan keburukan). Siapa yang hendak melakukan kebaikan, lalu ia tidak mengerjakannya, Allah sudah catat baginya sebuah ganjaran penuh karena melakukan kebaikan itu. Jika ingin melakukan kebaikan, dan berhasil melakukannya, Allah swt catatkan ganjaran kebaikan sebanyak 10 kali lipat hingga 700 kali, dan terus sampai berlipat ganda. (Sebaliknya) jika ingin berbuat keburukan, lalu tidak dilakukan, Allah masih beri ganjaran kebaikan penuh (sebagai apresiasi atas tidak dikerjakannya keburukan). Jika ingin berbuat keburukan, lalu sudah terlaksana, (baru) Allah catatkan satu buah keburukan."
Hadits Qudsi ini bisa menjadi motivasi bagi kita bahwa Allah Swt begitu mengapresiasi kebaikan, bahkan prosesnya sampai aktivitas untuk menghindari melakukan keburukan. Ini juga menunjukkan jika proses untuk menjalani ketakwaan itu adalah proses yang dimudahkan untuk meraihnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!