KHUTBAH JUMAT | Nisfu Sya’ban, Saatnya Damai dan Raih Ampunan Allah
Permusuhan tidak hanya menghambat ampunan Allah swt, namun juga terhalang dari surga Allah swt. Sebagaimana hadits:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ رَحْمٍ. رواه البخاري
Artinya: "Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali persaudaraan" (HR. Bukhari). Momen Nisfu Sya’ban merupakan kesempatan yang baik untuk mempererat tali persaudaraan dan menjauhi permusuhan. Kegiatan ini dapat dilakukan dengan saling memberikan hadiah atau sedekah kepada sanak saudara, tetangga, teman, dan sesamanya. Hal ini penting karena menghilangkan permusuhan dapat menghantarkan kita kepada ampunan Allah swt.
Jamaah shalat Jumat hafidhakumullah,
Pelajaran kedua dari malam Nisfu Sya’ban adalah memperkuat iman kita kepada Allah swt dan menjauhi terhadap kemusyrikan. Keimanan kita kepada Allah swt merupakan syarat utama masuk surga Allah swt. Sebagaimana sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Hibban dalam Sahih Ibnu Hibban, Nabi bersabda:
قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: "مَنْ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَاّ اللهُ، دَخَلَ الْجَنَّةَ"، فَقُلْتُ: وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ؟ قَالَ: "وَإِنْ زَنَى وَإِنْ سَرَقَ
Artinya: "Nabi bersabda: Barangsiapa mengucapkan kalimat: Laa Ilaha Illa Allah, akan masuk surga. Saya bertanya: walaupun ia berzina dan mencuri? Nabi menjawab: Walaupun berzina dan mencuri "(HR. Ibnu Hibban)
Tidak hanya itu, orang kafir yang dosanya banyak, walaupun kekafiranya telah berlangsung selama bertahun-tahun, ketika ia mau bertaubat kepada Allah dan masuk Islam, maka diampuni segala dosa masa lalunya oleh Allah swt. Sebagaimana firman Allah swt dalam Al-Qur'an surat Al-Anfal ayat 38:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!