KHUTBAH JUMAT | Menutup Ramadan Dengan Apa?
ED
Editor
M Purnama Alam
Jumat, 28 Maret 2025 | 06:31 WIB
Artinya, "Dan tidaklah tawakal itu berarti mengabaikan usaha secara keseluruhan, karena jika demikian maka perintah untuk bermusyawarah akan bertentangan dengan perintah untuk bertawakal. Namun, tawakal itu adalah ketika seseorang menjaga dan memperhatikan sebab-sebab yang tampak, tetapi tidak mengandalkan hatinya pada sebab-sebab tersebut, melainkan hatinya selalu mengandalkan pada perlindungan dan pertolongan Allah."
Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah,
Tawakal merupakan amal hati. Artinya, tawakal bukan sesuatu yang diucapkan oleh lisan, bukan pula sesuatu yang dilakukan oleh anggota tubuh. Juga bukan merupakan sebuah wacana atau sekedar pengetahuan belaka. Tawakal haruslah menjadi mental bagi umat muslim, terlebih setelah kita berjuang dengan sungguh sungguh di dalam bulan Ramadhan ini, kita haruslah khusnudzan dan bertawakal bahwa seluruh amal ibadah yang kita lakukan diterima oleh Allah ta'ala.
Ada dua cara seorang mukmin dapat tawakal kepada Allah ta'ala:
Mengenal Allah. Tentu mengenal Allah di sini tidak mengenal secara secara harfiah yang berarti harus saling bertemu. Ulama Ahli Sunnah wal Jamaah sepakat bahwa yang dimaksud mengenal Allah adalah dengan mengenal sifat sifat keagungan-Nya.
Dengan mengenal sifat keagungan Allah dan sadar bahwa semua yang kita lakukan ini adalah atas anugrah dan kuasa-Nya tentu kita akan menjadi pribadi yang lebih mudah tawakal.
Menelaah kisah orang orang saleh. Banyak dari ulama-ulama kita yang mengajarkan dan mempraktekkan tawakal dalam urusan apapun. Seperti Sayyidah Rabi'ah Al-'Adawiyah dalam munajatnya:
قَالَتْ رَابِعَةُ الْعَدَوِيَّةُ: مَا عَبَدْتُكَ طَمَعًا فِي جَنَّتِكَ وَلَا خَوْفًا مِنْ نَارِكَ إنَّمَا عَبَدْتُكَ امْتِثَالًا لِأَمْرِكَ
Artinya, "Sayyidah Rabi'ah al-'Adawiyah dalam munajatnya berkata: Ya Allah, aku tidak menyembah-Mu karena berharap surga-Mu atau takut neraka-Mu, melainkan karena ketaatan akan perintah-Mu." Betapa rasa cinta beliau dipasrahkan total kepada keputusan dzat yang dicintainya setulus hati, hingga beliau tidak memperhatikan surga dan neraka karena kepasrahannya. Ma'asyiral Muslimin rahimakumullah, Demikian juga ibadah yang kita jalankan di bulan Ramadhan ini, jangan sampai terbersit rasa putus asa akan rahmat-Nya. Semua amal kita tentu akan menjadi kenangan prestasi kita dalam menjalankan perintah Allah ta'ala walaupun dengan berbagai macam kendala dari nafsu kita sendiri ataupun dari hal lain. Semoga dengan kita tawakal sepenuhnya kepada Allah tentang setiap amal yang kita perbuat menjadikan Allah Sudi menerima amal kita yang tidak seberapa. Demikian khutbah Jumat siang hari ini semoga kita semua mendapatkan predikat orang orang yang bertakwa, yang bertawakal kepada Allah ta'ala. Amin ya Rabbal 'alamin.أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!