KHUTBAH JUMAT | Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
Ilustrasi./visi.news/ist.
Ketika seorang muslim merasakan bahwa hatinya mulai jauh dari Allah, maka langkah pertama yang perlu segera dilakukan adalah melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Sudahkah kita melaksanakan perintah Allah dengan baik? Apakah selama ini kita telah lalai dari mengingat Allah sehingga hati kita menjadi sempit dan tidak tenang?
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman dalam surat Thaha ayat 124:
وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِنَّ لَهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى
Artinya: “Siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit. Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
Ayat yang baru saja khatib bacakan merupakan peringatan dari Allah swt kepada kita, umat Islam. Pada ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa orang-orang yang berpaling dari-Nya akan diberikan kehidupan yang sempit.
Sementara itu, Imam At-Thabari dalam kitab Jamiul Bayan, juz 18 hal 390 menjelaskan bahwa maksud dari berpaling dari Allah ialah menjalani kehidupan di dunia dengan menyimpang dan tidak tunduk pada perintah-Nya. Orang-orang yang melakukannya akan diberikan kehidupan yang sempit dan hati yang tidak tenang.
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah swt,
Setelah melakukan introspeksi diri, langkah kedua yang perlu kita lakukan adalah meninggalkan maksiat kepada Allah. Salah satu sebab hati terasa jauh dari Allah adalah banyaknya dosa dan maksiat yang kita lakukan. Hati manusia ibarat sebuah kertas putih. Setiap kali seseorang melakukan maksiat, hatinya ternoda.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!