KHUTBAH JUMAT | Fikih Pergantian Tahun
Tujuannya, supaya keimanan dan ketakwaan kita senantiasa bertambah seiring dengan bertambahnya bilangan tahun. Fattaqullah fii kulli ‘aamikum. Mari kita selalu bertakwa dalam menjalani segenap waktu di sepanjang tahun kita.
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ
Artinya: "Dialah Allah yang telah menjadikan matahari sebagai penerangan dan rembulan sebagai , serta menetapkan sistem tersebut pada tempat-tempat orbitnya supaya kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan ." (QS Yunus: 5)
Sebentar lagi kita akan menyaksikan bersama-sama perwujudan ayat ini. Melalui ilmu pengetahuan dan sains kita dapat merasakan ayat Allah tersebut berjalan secara sistematis dan nyata.
Sebelum ayat ini, Allah terlebih dahulu menjelaskan tentang penciptaan langit dan bumi serta alam semesta yang ditundukkan kepada manusia. Bumi berputar pada porosnya (berotasi) yang menghasilkan sistem waktu bernama hari. Penandanya adalah pergantian siang dan malam.
Pada ayat ini, disebutkan matahari yang merupakan induk dari semua bintang berevolusi sehingga menghasilkan sistem waktu yang disebut dengan tahun. Penandanya adalah pergantian bilangan tahun. Sedangkan rembulan (qamar) berputar mengelilingi bumi (revolusi bulan) menghasilkan sistem yang disebut dengan bulan. Penandanya adalah terlihatnya anak bulan (hilal). Semua itu diciptakan Allah secara sistematis.
Masing-masing memiliki tempat orbit yang sudah tetap. Tujuannya adalah supaya kita semua mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu. Hari ini perhitungan waktu kita di tahun 2023 telah melewati angka 360 hari. Itu artinya hanya tinggal beberapa hari saja bilangan tahun kita akan berubah menjadi 2024.
مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!