KHUTBAH JUMAT | Empat Sikap dalam Menghadapi Beda Pendapat
Artinya: “Muslim adalah orang yang mampu menjaga lisan dan tangannya dari menyakiti orang lain” (HR: Bukhari)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Paling tidak ada 4 sikap yang harus kita miliki dalam menanggapi perbedaan pendapat, dalam masalah agama ataupun masalah lainnya. Pertama, sebelum kita merasa paling benar sendiri atas pendapat yang kita yakini, alangkah lebih baiknya kita memperluas literasi dan bacaan kita terlebih dahulu.
Ibnul Qayyim al-Jauziyah mengatakan: "Orang yang berwawasan luas itu cenderung sedikit sekali menyalah-nyalahkan orang lain."
Baru mengerti satu ayat, satu hadits, lantas kita mudah menyalahkan orang lain, yang bahkan belajar agamanya sudah lebih lama dari kita. Kedua, sikap yang bisa dikedepankan untuk menyikapi perbedaan adalah mengedepankan toleransi dan tenggang rasa, saling memahami satu sama lain tanpa perlu menghakimi orang lain.
Nabi bersabda, “Aku diutus dengan membawa ajaran yang benar serta toleran.” (HR Ahmad)
Sekalipun Nabi tegas memberantas kemaksiatan, akan tetapi Nabi tetap sayang kepada sahabatnya yang masih belum bisa taat di jalan Allah. Hal ini pernah terjadi pada sahabat Nabi yang bernama Nuaiman. Ia merupakan pemabuk, tapi ia tetap mencintai Allah dan Rasul-Nya.
Karena itu, Nabi pun melarang para sahabatnya yang lain mencaci makinya. Dengan mencaci maki, menurut Nabi, itu akan mempermudah setan menjerumuskan Nuaiman tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!