KHUTBAH JUMAT | 5 Perkara yang Harus Disegerakan

Desi Rossilawati
Jumat, 29 November 2024 | 05:30 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | 5 Perkara yang Harus Disegerakan
Artinya, “Siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka muliakanlah tamunya,” (HR. Malik). Walhasil, jika dalam hal tertentu sikap tergesa-gesa itu kurang baik, maka dalam memuliakan dan menyambut tamu ini justru baik dan terpuji, bahkan dianjurkan oleh syariat. Sidang Jumat rahimakumullah. Kedua, mengurus jenazah. Dalam kondisi normal, kita dituntut oleh syariat untuk menyegerakan dalam pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, mengafani, menyalati, dan menguburkan.   Keutamaannya pun sungguh luar biasa, terutama jika yang dipulasaranya adalah jenazah orang mukmin dan ahli kebaikan.

إِنَّ ‌أَوَّلَ ‌مَا ‌يُجَازَى بِهِ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ ‌بَعْدَ ‌مَوْتِهِ أَنْ يُغْفَرَ لِجَمِيعِ مَنْ تَبِعَ جِنَازَتَهُ

Artinya, “Sesungguhnya balasan pertama kali seorang mukmin setelah kematiannya adalah diampuninya (dosa) semua orang yang mengantarkan jenazahnya,” (HR. Al-Baihaqi). Oleh karena itu, jangan pernah menunda pengurusan jenazah, baik dalam hal memandikan, mengafani, menyalatkan, maupun menguburkan, jika memang tidak ada hal yang menghalangi disegerakannya pengurusan. Sidang Jumat rahimakumullah Ketiga, menikahkan anak gadis yang sudah dewasa. Mengapa menikahkan anak perempuan termasuk hal yang harus disegerakan? Salah satunya adalah untuk menjaga marwah atau kehormatan kaum perempuan agar terhindar dari fitnah dan hal yang tidak diharapkan.   Rasulullah saw. sudah menggambarkan bagaimana kedekatan orang yang mengasuh anak perempuan hingga dewasa sekaligus menjaga kehormatannya di surga nanti.

مَنْ عَالَ جَارِيَتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَا وَهُوَ وَضَمَّ أَصَابِعَهُ

Artinya, “Siapa saja yang mengasuh dua anak perempuan hingga keduanya berusia baligh, niscaya aku dan dia akan datang pada hari kiamat seperti ini,” seraya beliau menempelkan dua jarinya," (HR Muslim dan At-Tirmidzi). Dengan demikian, selayaknya bagi orang tua yang memiliki anak perempuan yang sudah dewasa dan memiliki pasangan yang sepadan agar segera menikahkannya. Tujuannya adalah pertama untuk menjaga kehormatannya serta tidak terjerumus kepada pergaulan bebas, kedua demi meraih keutamaan kedekatan dengan Rasulullah di surga. Namun demikian, kita harus lebih bijak dalam menyikapi anjuran ini. Sebab, jika mengacu kepada Undang-Undang Pernikahan Nomor 16 Tahun 2019, usia minimal pernikahan anak itu adalah 19 tahun, baik anak laki-laki maupun anak perempuan. Kemudian yang tak kalah penting, jika pernikahan dalam usia minimal tetap dilakukan, baik anak perempuan yang dinikahkan maupun anak laki-laki yang menikahinya, harus memenuhi kriteria layak dan mampu, baik secara seksual, mental, finansial, intelektual, maupun kesehatan. Sebab jika tidak, bukan mustahil pernikahan justru akan melahirkan problematika baru, bagi keluarga, masyarakat, ataupun bagi negara. Sidang Jumat rahimakumullah   Keempat, melunasi hutang terlebih jika hutangnya sudah jatuh tempo. Syariat menganjurkan kepada kita untuk segera melunasinya. Selain itu, melunasi hutang juga memiliki banyak hikmah dan manfaat, di antaranya:
  1. Melepaskan diri dari tanggungan
  2. Meraih ketenangan hati
  3. Menjauhkan prasangka buruk dan perselisihan
  4. Menjaga hubungan baik dengan pihak yang berpihutang
  5. Mencegah beban keuangan yang berlebih
  6. Mengurangi risiko bangkrut, dan sebagainya.
Banyak keterangan yang menyebutkan bahwa orang yang lalai atau bahkan tidak sampai melunasi utangnya akan mendapatkan sejumlah balasan buruk, mulai tergantungnya nasib di kemudian hari, pahalanya diambil untuk melunasi hutang, hingga jauh dari balasan surga. Sidang Jumat rahimakumullah Terakhir, perkara yang harus disegerakan dalam pandangan syariat adalah bertaubat ketika sudah berbuat dosa, terlebih usia seseorang tidak ada yang tahu. Kematian bisa datang bisa kapan saja. Ketika kita berbuat dosa, maka segeralah bertaubat. Konon, setiap kita berbuat dosa maka hati kita menjadi ternoda dan menghitam. Maka alangkah bijaknya kita menghentikan semua perbuatan dosa. Tatkala tanpa sengaja dan tanpa sadar kita melakukannya, maka segera hentikan perbuatan dosa itu dengan taubat dan istighfar kepada Allah. Mengingat pentingnya taubat, Allah memerintahkannya dalam Al-Quran:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.