KHUTBAH IDUL FITRI | Revolusi Spiritual saat Lebaran Tiba
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُ أَكْبَرُ، وللهِ الحمدُ
Hadirin, hadirat, rahimakumullah
Puasa sebulan penuh yang telah kita jalani harus kita pahami sebagai bekal memasuki bulan-bulan berikutnya. Dengan berpuasa, kita terlatih dan terbiasa di dalam menahan keinginan-keinginan hawa nafsu. Karenanya, pada hari ini, hari yang meskipun kita semua dilarang berpuasa, tetapi tetap harus menjadi permulaan di dalam aktivitas menahan hawa nafsu sebagai bentuk revolusi spiritual setelah menjalani puasa di bulan Ramadan.
Jiwa yang bersih ada pada orang yang berhasil menahan hawa nafsunya. Dalam jiwa yang bersih akan lahir perilaku-perilaku terpuji, baik dalam interaksi kepada Allah (hablum minallah) maupun dalam berhubungan dengan sesama manusia (hablum minan nass). Jika seseorang memiliki jiwa yang bersih maka ia tak akan melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak menyenangkan kepada sesama.
Dalam tradisi kita, setelah bulan Ramadhan kita memiliki tradisi halal bihalal, yakni kegiatan silaturahmi sebagai bentuk persaudaraan, dan kegiatan sungkeman serta saling bermaaf-maafan sebagai perwujudan bahwa kita tidak boleh memendam rasa permusuhan, dengki, dendam, dan sifat-sifat buruk lainnya yang bisa mengotori jiwa dan berdampak menghancurkan tatanan serta kerukunan di dalam masyarakat.
Walhasil, dengan hari raya ini, marilah kita sama-sama berdoa kepada Allah semoga puasa yang telah kita jalani diterima oleh-Nya, dan berbekas kepada diri kita di dalam menjalani hari-hari berikutnya, yakni menjadi manusia yang selalu kuat di dalam menahan diri dari berbagai kesenangan hawa nafsu.
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى، وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى، بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا، وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى. جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ وَاْلمَقْبُوْلِيْنَ، وَأَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ. وَاَقُوْلُ قَوْلِى هَذَا، وَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِسَائِرِ اْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِروهُ اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!