KHUTBAH IDUL ADHA | Qurban dan Ibadah Sosial
Hal ini bisa kita lihat dari keikhlasan orang yang berkurban mengeluarkan rezekinya berupa harta untuk dibelanjakan membeli hewan dan kemudian disembelih untuk dibagikan dagingnya kepada orang lain.
Ibadah ini tentu akan berdampak positif bagi kehidupan dan mampu menumbuhkan nilai-nilai moral seperti kepedulian, kebahagiaan, dan kebersamaan di antara individu dalam sebuah masyarakat. Terlebih bagi mereka kaum fakir dan miskin yang membutuhkan uluran tangan dengan berbagi kegembiraan.
Jika di Hari Raya Idul Fitri kita berbahagia dengan berbagi zakat fitrah, maka pada Idul Adha ini kita berbahagia bersama dengan berbagi daging kurban. Para fakir dan miskin harus diprioritaskan sebagaimana diingatkan oleh Allah:
لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَ ۖ
Artinya: “Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan Dia kepada mereka berupa hewan ternak. Maka makanlah sebagian darinya dan (sebagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. (QS Al-Hajj: 28).
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat rahimakumullah,
Selain menumbuhkan nilai-nilai kebahagiaan dan kepedulian, ibadah kurban juga mampu menumbuhkan dampak positif pada sisi sosial kemasyarakatan.
Bagaimana tidak? Bisa kita lihat bersama khususnya di Indonesia, ketika waktu penyembelihan hewan kurban tiba, masyarakat ramai-ramai membentuk kepanitiaan dan bersama-sama, bahu-membahu, saling membantu menangani dan mengelola hewan kurban.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!