IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Ketua Apeksi: Smartcity Jangan Jadikan Warga Kota Seperti Robot

ED
Kamis, 13 Oktober 2022 | 05:33 WIB
Bagikan
Ketua Apeksi: Smartcity Jangan Jadikan Warga Kota Seperti Robot

VISI.NEWS | SOLO - Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Aria Bima, mengungkapkan, dalam 10 tahun terakhir para kepala daerah latah ingin daerahnya menjadi smartcity.

Di depan para wali kota se Indonesia, yang mengikuti pertemuan tahunan Apeksi "Indo Smart City Forum 2022", di Solo Techno Park, Rabu (12/10/2022), Bima Aria mengemukakan, selama ini banyak orang atau vendor yang bertanya, apakah kota sudah smartcity yang pada ujungnya menawarkan cctv, aplikasi atau software dan lain-lain.

"Hal itu menghabiskan energi para kepala daerah untuk melayani berbagai penawaran tersebut. Terkadang tawaran tersebut dibutuhkan. Tetapi ada yang tidak dibutuhkan karena terlalu canggih. Sehingga kalau dibeli mahal, teknologi canggih itu tidak dibutuhkan masyarakat," ujarnya Bima Aria yang merupakan Wali Kota Bogor, juga menyatakan, banyak daerah yang studi banding bertanya di Kota Bogor apakah ada common center dan berapa titik cctv yang terpasang. Padahal, menurut dia, smartcity bukan diukur dari berapa banyak cctv yang terpasang.

Tetapi dilihat dari fungsi alat dan adanya unit yang mengelola alat tersebut dari hari ke hari. Menurut wali kota Bogor itu, common center seperti pesawat dengan teknologi canggih. Persoalannya, apakah fungsi common center nyambung dengan kebutuhan warga perkotaan. Dalam kaitan itu, pekerjaan rumah bagi dinas Kominfo apakah mampu melakukan perawatan dan pembaruan atau tidak.

"Smartcity adalah pemanfaatan teknologi yang harus nyambung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Hal yang sangat penting yaitu standar pelayanan dasar atau standar minimum pelayanan bagi masyarakat dan bukan common center atau sebatas cctv," jelas Bima Aria, mengutip peringatan Mendagri Tito Karnavian dalam pertemuan dengan pengurus Apeksi.

Menurut ketua Apeksi itu, smartcity harus memenuhi 3 hal, yaitu memenuhi kebutuhan pelayanan dasar dan memberi kemudahan kepada masyarakat, konsep smartcity harus nyambung dengan manajemen penanganan bencana, serta smartcity harus bisa menjawab peluang bagi UMKM dan generasi muda agar bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.