Ketersedian Gas Subsidi 3 Kg Berkurang, Kusnadi : Bisa Saja Akibat Karena Pelaku Usaha Yang Curang
ED
Editor
M Purnama Alam
Jumat, 8 April 2022 | 19:37 WIB
VISINEWS | BANDUNG - Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar) asal dapil Kabupaten Bogor, Haji Kusnadi mengapresiasi kinerja Kepolisian Polda Jabar yang telah mengungkap dugaan kasus pengoplosan atau pemindahan gas LPG subsidi tabung 3 Kg ke tabung non subsidi 12 Kg.
Dalam kasus ini, tim Ditreskrimsus Polda Jabar berhasil membekuk dua orang pelaku berinisial MS dan AA di gudang yang berada di Cilengsi Kabupaten Bogor, sementara pemilik gudang atau pemilik usaha ilegal tersebut yakni berinisial GS masih dalam pencarian pihak kepolisian.
"Usaha ilegal atau tingkah curang usaha gas LPG tersebut, alhamdulilah sudah terungkap dan dua orang pelaku pengoplosan sudah diamankan di Polda Jabar meskipun pemiliknya berhasil kabur," katanya.
Kepada VISINEWS, Kusnadi mengungkapkan, praktik pengoplosan gas subsidi tabung 3 Kg ke tabung gas 12 Kg tersebut dinilai sudah merugikan masyarakat khususnya disekitar wilayah Cilengsi Bogor.
"Praktik ini jelas sudah merugikan masyarakat pasalnya masyarakat telah kehilangan hak nya untuk mendapatkan gas 3 Kg," ungkapnya.
Selain merugikan, lanjut Kusnadi, ketersediaan gas LPG 3 Kg menjadi berkurang, sehingga masyarakat disekitar Cilengsi menjadi kesulitan untuk kemudian melakukan aktivitas kesehariannya.
"Ini sudah sangat keterlaluan dan para pelaku patut ditindak sesuai hukum yang berlaku dan diberikan hukuman yang setimpal," ujarnya.
Sekedar informasi, aksi pelaku diduga bermula membeli gas subsidi 3 kilogram ke pangkalan resmi di sekitar TKP, kemudian dilakukan pengoplosan dengan menggunakan pipa besi yang dimodifikasi dan menggunakan es batu.
"4 tabung gas subsidi 3 Kg, dipindahkan kedalam 1 tabung gas 12 Kg, dan pelaku membeli tabung gas 3 Kg seharga Rp. 17.500 dan menjual gas 12 Kg seharga Rp. 180.000," ucap Kusnadi.
Terakhir, Kusnadi meminta agar pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan atas dugaan kasus pengoplosan gas LPG subsidi tersebut, sehingga diharapkan kedepan tidak kemudian terjadinya pengurangan ketersedian gas subsidi di berbagai wilayah Jabar.
"Berkurangnya ketersedian gas subsidi 3 Kg itu bisa saja terjadi akibat curangnya para pelaku usaha gas, oleh karena itu polisi diharapkan bisa terus mengungkap praktik curang yang sudah membuat masyarakat rugi," pungkasnya.@eko.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!