Ketegangan Diplomatik Picu Penurunan Tajam Saham Jepang dan Dampak di Sektor Pariwisata
Sebagai tanggapan terhadap ketegangan ini, Kedutaan Besar Jepang di Beijing mengeluarkan peringatan kepada warganya yang tinggal atau berkunjung ke China. Peringatan tersebut meminta mereka untuk lebih berhati-hati terhadap lingkungan sekitar, menghindari kerumunan besar, dan menghindari tempat-tempat yang sering dikunjungi oleh orang Jepang. "Hindari tempat-tempat yang berisiko teridentifikasi sebagai tempat yang sering digunakan oleh orang Jepang," tulis peringatan itu.
Selain itu, Kedutaan Jepang juga mengingatkan warganya untuk berhati-hati dalam berinteraksi dengan warga lokal dan selalu menghormati kebiasaan setempat. Mereka juga disarankan untuk segera meninggalkan tempat jika merasa ada situasi yang mencurigakan. Peringatan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan warganya di tengah ketegangan yang sedang berlangsung.
Ketegangan ini berawal dari komentar Takaichi yang mengusulkan bahwa Jepang mungkin akan campur tangan secara militer jika Taiwan diserang. Menurut Takaichi, situasi yang melibatkan penggunaan kapal perang atau kekuatan militer terhadap Taiwan dapat dianggap sebagai ancaman terhadap kelangsungan hidup Jepang. Komentar ini memicu reaksi keras dari Beijing, yang kemudian memanggil duta besar Jepang untuk mengungkapkan ketidaksetujuannya.
Takaichi, yang baru menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang pada Oktober 2025, sebelumnya dikenal sebagai kritikus keras terhadap China, terutama terkait dengan pembangunan militer China di kawasan Asia-Pasifik. Pada 7 November 2025, dalam pidatonya di parlemen, Takaichi menekankan pentingnya bagi Jepang untuk menjaga ketahanan nasionalnya jika Taiwan terancam. Reaksi keras dari China ini semakin memperburuk hubungan bilateral yang sudah tegang.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!