Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

Kesadaran Tak Musnah? Dialog Sains Kuantum dan Tasawuf tentang Ruh dan Kematian

ED
Jumat, 27 Februari 2026 | 06:46 WIB
Bagikan
Kesadaran Tak Musnah? Dialog Sains Kuantum dan Tasawuf tentang Ruh dan Kematian
VISI.NEWS | BANDUNG - Perdebatan tentang apakah kematian merupakan akhir dari kesadaran kembali mengemuka setelah teori Orchestrated Objective Reduction (Orch-OR) ramai diperbincangkan. Teori yang digagas fisikawan peraih Nobel Roger Penrose bersama ahli anestesi Stuart Hameroff ini menyatakan bahwa kesadaran bukan sekadar hasil reaksi kimia otak, melainkan terkait proses kuantum dalam struktur mikroskopis sel saraf bernama microtubules. Menurut hipotesis tersebut, aktivitas kuantum di dalam microtubules menghasilkan momen kesadaran. Ketika jantung berhenti dan aktivitas otak terhenti, informasi kuantum itu tidak serta-merta musnah. Ia disebut kembali ke struktur fundamental alam semesta. Dalam versi populer yang beredar, kesadaran digambarkan sebagai “data kuantum” yang tidak bisa dihancurkan, sementara tubuh hanyalah wadah biologis sementara. Di sisi lain, Al-Qur’an telah lebih dahulu menegaskan bahwa hakikat ruh berada di luar jangkauan pengetahuan manusia. “Mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (QS Al-Isra’ 17:85). Ayat ini memberi batas epistemologis: manusia bisa meneliti mekanisme kehidupan, tetapi substansi ruh tetap misteri ilahi. Al-Qur’an juga menyebut proses penciptaan manusia dengan ungkapan “meniupkan ke dalamnya ruh-Ku” (QS Al-Hijr 15:29; QS As-Sajdah 32:9). Para mufasir menjelaskan bahwa frasa itu adalah bentuk pemuliaan, bukan berarti ruh bagian dari Dzat Tuhan. Ruh dipahami sebagai makhluk ciptaan Allah yang menjadi sumber hidup dan kesadaran manusia. Dalam tradisi tasawuf, struktur diri manusia lebih kompleks dari sekadar tubuh dan otak. Ada jasad sebagai aspek material; nafs sebagai dimensi psikologis yang bertingkat—dari nafs ammārah (QS Yusuf 12:53), lawwāmah (QS Al-Qiyamah 75:2), hingga muṭma’innah (QS Al-Fajr 89:27); serta qalb sebagai pusat kesadaran ruhani. Qalb dalam pengertian ini bukan organ biologis, melainkan pusat pemahaman batin, sebagaimana disebut dalam QS Al-A’raf 7:179. Pemikir besar seperti Al-Ghazali dalam karya monumentalnya Ihya Ulum al-Din menegaskan bahwa hakikat manusia adalah qalb spiritual. Otak dan tubuh hanyalah instrumen. Menurutnya, kesadaran tidak hancur bersama hancurnya jasad, karena ia bertumpu pada ruh yang bersifat non-material. Pandangan ini memiliki irisan dengan gagasan bahwa kesadaran bukan sekadar produk kimiawi. Namun tasawuf tidak berhenti pada mekanisme. Ibn Arabi mengembangkan konsep realitas bertingkat dalam kerangka wahdat al-wujud. Ia membagi keberadaan ke dalam alam mulk (fisik), alam malakut (non-fisik), dan alam jabarut (realitas ruhani lebih tinggi). Kematian, dalam perspektif ini, bukanlah pemusnahan eksistensi, melainkan perpindahan tingkat realitas. Di titik inilah dialog dengan Orch-OR menjadi menarik sekaligus problematis. Jika teori kuantum berbicara tentang informasi yang tidak hilang, tasawuf berbicara tentang ruh yang tetap eksis setelah kematian. Namun perbedaannya tegas: dalam sains, informasi kuantum bersifat impersonal. Dalam Islam, ruh adalah entitas personal yang berada dalam kekuasaan Allah dan akan dimintai pertanggungjawaban. Tasawuf juga menekankan dimensi moral yang tidak disentuh teori fisika. Al-Qur’an menyebut manusia memikul amanah (QS Al-Ahzab 33:72). Artinya, kesadaran bukan hanya fenomena kosmik, tetapi kesadaran etis yang membawa konsekuensi akhirat. Kematian bukan sekadar transformasi energi, melainkan pintu menuju hisab. Sebagian kalangan mencoba menyelaraskan keduanya dengan menyatakan bahwa microtubules—jika teori itu terbukti kuat—hanya menjelaskan mekanisme biologis kesadaran. Ruh tetap dipahami sebagai ciptaan Allah yang melampaui penjelasan fisika. Dengan demikian, sains menjawab “bagaimana” kesadaran bekerja, sementara wahyu menjawab “dari mana” dan “ke mana” ia kembali. Perdebatan ini masih jauh dari selesai. Orch-OR sendiri belum menjadi konsensus dalam komunitas neurosains. Namun diskursus yang lahir darinya memperlihatkan satu hal: pencarian manusia tentang hakikat diri dan kematian selalu melibatkan dua horizon sekaligus—rasio dan wahyu. Di antara keduanya, tasawuf menawarkan jembatan reflektif: bahwa tubuh mungkin fana, tetapi kesadaran sejati bukan sekadar data, melainkan amanah yang akan kembali kepada Sang Pencipta. @uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.