Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Kerugian Akibat Kebakaran Hutan Los Angeles Diperkirakan Capai Rp810 Triliun

Desi Rossilawati
Jumat, 10 Januari 2025 | 22:25 WIB
Bagikan
Kerugian Akibat Kebakaran Hutan Los Angeles Diperkirakan Capai Rp810 Triliun
VISI.NEWS | LOS ANGELES - Kebakaran hutan yang melanda wilayah Los Angeles sejak Selasa (7/1/2025) diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi sebesar USD 50-57 miliar atau sekitar Rp810 triliun. Prakiraan ini disampaikan oleh perusahaan meteorologi swasta AS, AccuWeather, dalam laporan awal mereka pada Rabu (8/1/2025). Kebakaran ini telah menewaskan sedikitnya dua orang, menghancurkan ratusan bangunan, dan menyedot sumber daya besar untuk upaya pemadaman. Angin kencang yang terus bertiup memperluas area kebakaran, semakin mempersulit penanganan. Jonathan Porter, Kepala Meteorologi AccuWeather, mengingatkan bahwa kerugian dapat meningkat drastis jika api mencapai kawasan dengan kepadatan penduduk tinggi. "Bila semakin banyak bangunan yang terbakar dalam beberapa hari mendatang, kebakaran ini bisa menjadi kebakaran hutan terburuk dalam sejarah modern California, baik dari segi jumlah bangunan yang hancur maupun kerugian ekonomi," ungkap Jonathan. Sebagai perbandingan, kebakaran hutan di Maui pada 2023 yang menghanguskan sebagian besar kota Lahaina menghasilkan kerugian total sekitar USD 13-16 miliar. Menurut perusahaan pialang J.P. Morgan, kerugian yang tertanggung oleh asuransi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai USD 10 miliar. Sebagian besar klaim asuransi berasal dari pemilik rumah, sementara kerugian komersial relatif lebih kecil. CoreLogic, konsultan properti, menyebut lebih dari 456.000 rumah di wilayah metropolitan Los Angeles dan Riverside berisiko terhadap kebakaran hutan, dengan total nilai rekonstruksi mencapai hampir USD 300 miliar. Namun, angka ini mencakup wilayah berisiko secara keseluruhan, bukan hanya area yang terdampak langsung oleh kebakaran saat ini. Operasi pemadaman menghadapi tantangan besar karena angin Santa Ana yang kuat dan kondisi kering akibat kekeringan berkepanjangan. Helikopter dan pesawat pemadam terus dikerahkan untuk memadamkan api, namun luasnya area kebakaran membuat upaya ini berjalan lambat. Dengan angin diperkirakan kembali menguat dalam beberapa hari mendatang, risiko penyebaran kebakaran tetap tinggi. Dinas Cuaca Nasional telah memperpanjang peringatan Bendera Merah untuk wilayah Los Angeles hingga Jumat (10/1/2025). Pejabat setempat terus mengimbau warga untuk mematuhi perintah evakuasi demi keselamatan mereka. Kebakaran ini menjadi pengingat akan meningkatnya frekuensi dan intensitas bencana akibat perubahan iklim, yang semakin memperburuk risiko bagi wilayah seperti California Selatan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.