Kertajati: Bandara Megah di Negeri Antah Berantah
AHY pun mengakui, pembangunan bandara dan infrastrukturnya kurang terintegrasi. “Waktu itu, mungkin kita terlalu semangat bangun fisiknya, lupa tanya: nanti orang ke sananya naik apa?” ujarnya. Kini, setelah lima tahun lebih menjadi monumen keheningan, Kertajati kembali diusung—kali ini bukan sebagai tempat naik-turun penumpang, tapi naik-turun harapan investor.
Pemerintah mengklaim, sebanyak 25 investor kini “berminat” menanamkan modal di kawasan Kertajati. Namun belum jelas apakah mereka benar-benar akan berinvestasi atau hanya penasaran kenapa ada bandara sebesar itu di lokasi yang bahkan Google Maps perlu buffering untuk menampilkan.
Walaupun masa depannya masih samar seperti cuaca di musim pancaroba, Kertajati tetap tegak berdiri. Ia mungkin bukan bandara tersibuk di dunia, tapi jelas salah satu yang paling banyak mengundang pertanyaan eksistensial. Seperti puisi beton di tengah sawah.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!