Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Keracunan Makanan MBG di Bogor Bertambah, Total 171 Siswa Terpapar

Desi Rossilawati
Kamis, 8 Mei 2025 | 19:00 WIB
Bagikan
Keracunan Makanan MBG di Bogor Bertambah, Total 171 Siswa Terpapar
VISI.NEWS | BOGOR - Jumlah siswa TK, SD, dan SMP di Kota Bogor yang mengalami keracunan usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melonjak menjadi 171 orang. Awalnya hanya 36 siswa dilaporkan terdampak, namun data terbaru dari Dinas Kesehatan menunjukkan lonjakan signifikan. "Korban baru yang terdata hari ini sebanyak 135 orang, sehingga total korban menjadi 171 orang," kata Kepala Dinkes Kota Bogor, Sri Nowo Retno, Kamis (8/5/2025). Dinas Kesehatan bersama puskesmas telah menyisir 13 sekolah untuk melakukan penyelidikan epidemiologi. Mereka mengambil berbagai sampel dari muntahan pasien, air minum isi ulang, hingga wadah makanan dan tray. Sampel juga diambil dari tangan para penjamah makanan guna menelusuri sumber keracunan. Dari 171 korban, 22 siswa harus dirawat inap, 29 dirawat jalan, dan 120 lainnya mengalami gejala ringan. Sumber keracunan diduga berasal dari makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bina Insani di wilayah Tanah Sareal, Kota Bogor. Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyatakan keprihatinannya dan menyebut insiden ini sebagai kejadian luar biasa (KLB). Ia telah memerintahkan pengujian terhadap seluruh unsur terkait dari bahan baku, sisa makanan, hingga wadah makan atau 'ompreng' yang digunakan siswa. "Keracunan yang menimpa anak anak siswa di lingkungan Tanahsareal, sumbernya dari SPPG Bina Insani yang tentunya kita harus lihat lebih mendalam," ujar Dedie, mengingatkan pentingnya aspek higienitas dalam program MBG yang menyasar anak-anak sekolah. Saat ini, Dinas Kesehatan Kota Bogor terus melakukan pemantauan kasus, pengobatan, serta pemeriksaan lanjutan terhadap sampel-sampel terkait, termasuk dapur MBG yang memasok makanan. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.